Alami Kekeringan, ACT Solo Salurkan Bantuan Air Bersih ke Pelosok Sukoharjo, Jawa Tengah

ACT Solo masih berusaha memberikan formulasi terbaik untuk pengentasan agar tidak terjadinya kekurangan air bersih lagi.

Alami Kekeringan, ACT Solo Salurkan Bantuan Air Bersih ke Pelosok Sukoharjo, Jawa Tengah
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
ACT Solo Salurkan Bantuan Air Bersih ke Pelosok Sukoharjo, Jawa Tengah 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Musim kemarau cukup panjang, berdampak terhadap kurangnya pasokan air bersih warga Desa Kunden, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo.

Kekeringingan menjadi bencana alam rutin tiap tahun yang di alami warga setempat.

Tidak hanya terdampak di daerah Kabupaten Sukoharjo saja.

Akan tetapi beberapa daerah pelosok yang ada di Kabupaten Eks-Karesidenan Solo Raya mengalami situasi yang sama.

Pada Senin (29/7/2019) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo segera memberikan respon terhadap kondisi yang kekeringan  yang di alami warga Sukoharjo, dengan memberikan bantuan puluhan ribu liter air bersih.

Aksi kemanusiaan ini di sambut positif warga setempat, karena warga hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih dari para dermawan saat terjadinya kekeringan.

Ardiyan Sapto selaku tim Program ACT Solo mengatakan bahwa bantuan air bersih yang diberikan merupakan bagian dari ikhtiar yang di lakukan oleh ACT Solo dalam memberikan kebermanfaan untuk masyarakat yang membutuhkan.

"Implementasi program bantuan air bersih ini juga berkolaborasi dengan mahasiswa KKN UNS Tematik," ungkapnya kepada awak media Selasa (30/7/2019).

Lintasan Jalan Tol Solo-Jogja di Klaten Bakal Digeser karena Terkena Mata Air

Hadir di Resepsi Pernikahan Siti Badriah, Pose Foto Nempel Ayu Ting Ting & Zaskia Gotik Jadi Sorotan

Yi Wanita Solo yang Terjerat Utang Online Diperiksa dan Dicecar 20 Pertanyaan di Polresta Surakarta

Dituduh Selingkuh, Dua Orang yang Diduga Pasangan di Sidoarjo Ini Ditemukan Bersimbah Darah

Ia juga menambahkan bahwa Desa Kunden sudah pernah mendapatkan bantuan sumur bor dari pemerintah. Akan tetapi fungsinya tidak begitu optimal. Sehari hanya dapat digunakan dalam kurun waktu 1 jam saja.

ACT Solo masih berusaha memberikan formulasi terbaik untuk pengentasan agar tidak terjadinya kekurangan air bersih lagi.

"Dalam waktu dekat daerah yang rawan kekeringan di Solo Raya yang sudah di assesment oleh tim ACT akan kita implementasikan program sumur wakaf," tutup Ardiyan. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved