Breaking News:

Kabar Potong Gaji Pegawai PLN untuk Ganti Rugi Pelanggan,Manajer PLN Area Solo:Belum Ada Kabar Resmi

"Kalau resminya dari pusat atau kementrian kami belum mendapatkan," kata Mundhakir dihubungi TribunSolo.com, Kamis (8/8/2019).

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Garudea Prabawati
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Manager PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta Mundhakir Salman, saat ditemui Tribunsolo.com, Jumat (31/5/2019). 

Berbagai masukan dia terima untuk kemajuan PLN dari masyarakat Solo.

Sementara seperti diberitakan Kompas.com, berjudul PLN Pangkas Gaji Karyawan untuk Bayar Kompensasi, Ini Respons Serikat Pekerja, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) harus membayarkan ganti rugisebesar Rp 839,88 miliar kepada 21,9 juta pelanggannya akibat mati listrik yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu.

Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, perseroan tidak bisa mengandalkan dana dari APBN untuk membayarkan ganti rugi tersebut.

Sebab, kejadian tersebut merupakan kesalahan perseroan dan bukan tanggung jawab negara.

"Enak aja kalo dari APBN ditangkap, enggak boleh," ujar Djoko Rahardjo Abumanan ketika ditemui di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Menurut Djoko, APBN itu digunakan untuk investasi, subsidi.

Pembayaran ganti rugi itu menggunakan biaya operasi.

Djoko pun menjelaskan, perseroan harus melakukan efisiensi untuk bisa membayarkan ganti rugi kepada pelanggan.

Salah satunya dengan memangkas gaji karyawan. Pasalnya, dengan besaran nilai ganti rugi tersebut, keuangan PLN berpotensi negatif.

"Makanya harus hemat lagi, gaji pegawai dikurangi," ujar dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved