Perda KTR Disahkan, Jual Rokok dan Merokok di Lima Kawasan Solo ini Bisa Disanksi Penjara dan Denda

Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Solo sudah disahkan.

Perda KTR Disahkan, Jual Rokok dan Merokok di Lima Kawasan Solo ini Bisa Disanksi Penjara dan Denda
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Poster larangan merokok yang ditempel di Kantor Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2015). Peraturan ini sesuai dengan Perda DKI Nomor 2 Tahun 2005. Bagi pelanggar, akan dikenakan pidana kurungan maksimal enam bulan dan denda maksimal Rp 50 juta. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Solo sudah disahkan.

Ada lima tempat yang dilarang dalam perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk menjual rokok dan merokok yakni kawasan pendidikan, kesehatan, ibadah,  angkutan umum,  tempat anak bermain.

Anggota DPRD Solo dari PDI Perjuangan sekaligus Pansus Perda KTR Kota Solo, Ginda Ferachtriawan mengatakan, ada aturan yang tidak diboleh untuk menjual rokok dan merokok.

"Lima tempat yang tidak boleh sama sekali untuk menjual rokok dan merokok," kata Ginda Ferachtriawan dihubungi TribunSolo.com, Kamis (8/8/2019).

Misalnya di kawasan pendidikan seperti sekolah batasannya adalah pagar terluar.

"Menjual pada anak dibawah umur dan perempuan hamil juga tidak diperbolehkan," kata Ginda Ferachtriawan.

Peraturan terkait Sanksi ini sudah tertuang dalam Perda KTR.

Siapa yang merokok di kawasan KTR menurut pasal 26 akan dipidana kurungan 1 bulan dan denda paling banyak Rp 1 juta.

"Pada Pasal 26 berbunyi Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp Rp1.000.000 (satu juta rupiah)," kata Ginda.

AMTI Kupas Perda Kawasan Tanpa Rokok Solo: Pemkot Harus Gencar Sosialisasi, Awasi Penerapannya

Sementara bagi mereka yang memproduksi rokok tanpa izin bisa Disanksi kurungan 6 bulan penjara dan denda paling banyak Rp 50 juta.

"Pasal 27 berbunyi Setiap Orang dan/atau Badan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah)," papar Ginda.

Sementara untuk mereka yang menjual rokok di kawasan KTR dan pada anak dibawah umur 18 tahun dan perempuan hamil bisa dipenjara 3 bulan dan denda paling banyak Rp 10 juta.

"Pasal 28 Setiap Orang dan/atau Badan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) dan Pasal 17 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah)," papar Ginda. (*) 

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved