Bebas dari Kurungan, Dua Aktivis Tolak Limbah PT RUM Gelar Aksi di Depan Fasion Village Sukoharjo

Dua aktifis yang sempat di penjara, Muhammad Hisbun Payu dan Brilian Yosef Naufal kembali turun ke jalan memprotes pengelolaan limbah PT RUM Sukoharjo

Bebas dari Kurungan, Dua Aktivis Tolak Limbah PT RUM Gelar Aksi di Depan Fasion Village Sukoharjo
TribunSolo.com/Agil Tri
Aksi demo di depan Fashion Village Sukoharjo, Jumat (9/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dua aktifis yang sempat di penjara, Muhammad Hisbun Payu dan Brilian Yosef Naufal kembali turun ke jalan memprotes pengelolaan limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo.

Bersama puluhan orang dari Aliansi Sukoharjo Melawan Racun, mereka menggelar demo di depan Fashion Village Sukoharjo, Jumat (9/8/2019).

Menurut Muhammad Hisbun Payu, ini merupakan aksi solidaritas untuk menyakinkan warga agar warga tidak ragu-ragu lagi.

Ada Kriminilisasi, Aktivis PT RUM Pertanyakan Kenapa Warga Sipil Ditangkap

"Setelah saya bebas, saya menemui beberpa warga, dan warga merasa takut karena merasa diintimidasi."

"Selain itu, saya juga ngobrol dengan warga dan saya temui masih adanya bau limbah, terutama pada malam hari," katanya.

Dalam aksinya ini, demonstran membawa tiga tuntutan yang disampaikan, yaitu pukul balik, lawan balik, dan tolak limbah PT RUM.

Selain itu, menurut pria yang akrab dipanggil Is, aksi dari elemen solidaritas dari luar Kecamatan Nguter ini akan selalu mendampingi masyarakat nguter.

"Saya selamanya akan mendampingi warga agar bisa menghirup udara bersih lagi," terangnya.

Dia menambahkan, jika PT Rum belum bisa menangani limbahnya, sehingga warga masih terganggu dengan bau limbah PT RUM, dia akan kembali dengan aksi yang lebih besar.

"Ke depannya pasti akan demo yang lebih besar lagi, aksi ini hanya bentuk solidaritas untuk membuktikan kepada warga yang masih ragu, jika kami tidak pernah meninggalkan mereka," tegasnya.

Angga Anak Penjual Gorengan di Boyolali Kerap Di-bully saat SD, Kini Raih Gelar Master di Skotlandia

Is mengaku, dirinya masih berjuang untuk masyarakat meski pernah dipenjara karena warga dianggap menderita.

"Selama saya mampu, saya akan membela kepentingan warga, ketidakadilan ini harus dilawan bersama," terangnya.

Pasca keluar dari penjara, Is mengaku malah bisa lebih fokus mendalam persoalan PT RUM. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved