Demi Air Bersih, Mbah Situk Asal Karanganyar Jawa Tengah Ini Berjalan Tertatih-tatih dan Rela Antri

Tukirah lansia yang sudah tidak mengingat berapa usianya ikut mengantri air bersih yang diberikan oleh Polres Karanganyar, Jumat (9/8/2019).

Demi Air Bersih, Mbah Situk Asal Karanganyar Jawa Tengah Ini Berjalan Tertatih-tatih dan Rela Antri
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Mbah Situk lansia asal Dukuh Dukuh, Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Gondangrejo, Karanganyar yang ikut mengantri air bersih, Jumat (9/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Akibat panjangnya musim kemarau yang melanda sebagian wilayah Indonesia, membuat lansia asal Dukuh Dukuh, Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Gondangrejo, Karanganyar ikut mengantri air bersih.

Tukirah lansia yang sudah tidak mengingat berapa usianya ikut mengantri air bersih yang diberikan oleh Polres Karanganyar, Jumat (9/8/2019).

Mbah Situk sapaan karib Tukiran ikut mengantri dengan membawa dua ember kecil untuk bisa memenuhi kebutuhannya.

"Kalau tidak ada air biasannya nyuruh anak buat beli," jelasnya pada Tribunsolo.com, Jumat (9/8/2019).

Lansia tujuh anak ini tinggal sendiri di rumahnya, meskipun rumah salah satu anaknya berdekatan dengan rumahnya.

mbah Situk asal Karanganyar saat antri air bersih.
mbah Situk asal Karanganyar saat antri air bersih. (TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti)

Dispertan Solo Sebar Tim Cek Kesehatan Hewan Kurban

Kekeringan, Desa Krendowahono Gondangrejo Didrop 20 Ribu Air Bersih oleh Polres Karanganyar

Bakal Jadi Tren di Indonesia? Nagita Slavina Pakai Sandal Beda Warna, Harganya Fantastis

Saat di temui Tribunsolo.com Mbah Situk mengalami kesulitan dalam berjalan, berjalan tertatih-tatih karena pengaruh usia yang kian senja.

Namun tetap memaksakan ikut mengantri agar mendapat air bersih.

"Ya ikut biar dapat air dirumah tidak ada air," tambahnya.

Di daerah Dukuh sendiri sudah mengalami krisis air bersih sejak beberapa minggu terakhir.

Pasalnya air di sana dinyatakan tidak layak konsumsi karena bau, selain itu musim kemarau juga semakin membuat pasokan air semakin berkurang. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved