Kecanduan Tato Sejak Usia 14 Tahun,Pria Jerman Ini Juga Ubah Warna Mata & Pasang Gigi Keramik Hitam

Pria bernama Lily Lu (33) ini mengaku telah kecanduan tato, dan mulai merajah tubuhnya saat berusia 14 tahun.

Kecanduan Tato Sejak Usia 14 Tahun,Pria Jerman Ini Juga Ubah Warna Mata & Pasang Gigi Keramik Hitam
Jam Press/The Sun (screenshot)
Lily Lu asal Jerman yang kecanduan tato sejak usai 14 tahun. 

TRIBUNSOLO.COM - Seorang pria asal Jerman ini nekat mentato setiap inci tubuhnya dengan gambar-gambar beraneka ragam.

Pria bernama Lily Lu (33) ini mengaku telah kecanduan tato, dan mulai merajah tubuhnya saat berusia 14 tahun.

Dilansir dari Grid.ID, dari laman The Sun pada Senin (5/8/2019), tak tanggung-tanggung, pria berusia 33 tahun itu telah mentato setiap inci dari tubuhnya termasuk wajah dan pantatnya.

Sementara itu saat ini Lu juga berprofesi sebagai seniman tato.

Ia menghabiskan waktu berjam-jam di kursi tato untuk menghasilkan berbagai goresan di seluruh tubuhnya.

Parahnya tak sampai di situ saja, Liu juga melakukan hal-hal ekstrem untuk memodifikasi tubuhnya.

Lily Liu bahkan memotong beberapa bagian kuping dan jari tangannya untuk menciptakan estetika yang dramatis.

Ia juga membuat rambut gimbal berwarna merah yang sengaja ia tumbuhkan selama 15 tahun.

Pemblokiran IMEI Hanya Berlaku untuk Ponsel, Perangkat Komputer dan Laptop Aman

Pada bagian mata dan gigi bahkan tak luput dari perhatiannya.

Ia menyuntikan cairan tato hitam pada matanya untuk merubah warna mata, dan memasang gigi keramik hitam untuk melengkapi penampilannya.

Lu bahkan merancang sendiri semua seni yang ada pada tiap jengkal tubuhnya.

Lu mengungkapkan, "Tato sudah mengakar dalam diriku, tidak ada hari di mana aku tidak memikirkannya."

"Kalian mungkin menyebutnya sebagai kecanduan, tetapi saya memang tak ingin melepaskan segala hal yang menyangkut tentang tato," tambahnya.

(Grid.ID/Siti Maesaroh)

Editor: Garudea Prabawati
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved