Tabrak Lari Overpass Manahan Solo

Gugat Polresta Solo, LP3HI Tegaskan Akan Kawal Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Solo Sampai Tuntas

Ketua LP3HI, Arif Sahudi mengatakan, pihaknya siap mengawal kasus Tabrak Lari Overpass Manahan tersebut sampai selesai.

Gugat Polresta Solo, LP3HI Tegaskan Akan Kawal Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Solo Sampai Tuntas
TribunSolo.com/Ryantono
Ketua LP3HI, Arif Sahudi menunjukkan gugatan hukumnya kepada Polresta Solo, Terkait kasu Tabrak Lari Overpass Manahan Solo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Solo menegaskan pihaknya akan mengawal kasus Tabrak lari Overpass Manahan Solo sampai tuntas.

Ketua LP3HI, Arif Sahudi mengatakan, pihaknya siap mengawal kasus Tabrak Lari Overpass Manahan tersebut sampai selesai.

"Kami tegaskan gugatan ini yang pertama tapi bukan yang terakhir," papar Arif Sahudi pada TribunSolo.com, Sabtu (10/8/2019).

Pihaknya ingin agar ada kepastian hukum dari kasus Tabrak Lari yang sampai saat ini menjadi pertanyaan Publik di Solo.

Sebelumnya pihaknya melakukan Gugatan praperadilan tersebut dan diajukan ke PN Solo lantaran Polresta Solo dinilai lamban dan sampai saat ini belum ada penetapan tersangka pada kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Solo yang menewaskan Retnoning Tri warga Serengan, Solo awal Juli 2019.

"Kami dengar dari pemberitaan pelaku sudah ada tapi belum ada tersangka jadi kita praperadilankan Polresta Solo," kata Ketua LP3HI, Arif Sahudi pada wartawan.

Takut Gagal Panen, Petani di Karanganyar Beli 3 Tangki Air Untuk Sawahnya

Polresta Solo Tanggapi Gugatan Praperadilan LP3HI soal Tabrakan di Overpass Manahan: Silahkan Ajukan

Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Solo Tak Kunjung Terungkap, LP3HI Gugat Polresta Solo  

Surat gugatan pada Polresta Solo sudah diajukan ke PN Solo pada Senin (5/8/2019) terdaftar dengan nomor 01/Pid.Pra/2019/PN.Skt.

Soal pelaksanaan sidang pertama gugatan praperadilan ini bakal digelar pada Senin (12/8/2019) di PN Solo.

Arif Sahudi berpandangan bila kasus tabrak lari ini ditangani secara benar dan profesional tentu pelaku sudah tertangkap.

Sebab, peristiwa dari tabrak lari ini ada dan terekam kamera pengawas seharusnya mudah teridentifikasi.

"Jenis kendaraan, pelat nomor, dan pemilik kendaraan harusnya bisa teridentifikasi," papar Arif Sahudi.

Jadi tujuan dari prapradilan ini untuk menegakkan hukum dan kebenaran termasuk pada keluarga korban.

"Soal praperadilan ini saya tidak ada hubungannya dengan keluarga ini murni dari LP3HI," kata Arif. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved