Berita Terbaru Klaten

Kades Ponggok Tak Hadiri Panggilan Polres Klaten, Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes

Hari ini, Senin (12/8/2019) siang Polres Klaten memanggil Junaedi untuk dimintai keterangan. Namun, Junaedi tak dapat memenuhi panggilan tersebut

Kades Ponggok Tak Hadiri Panggilan Polres Klaten, Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah saat dikonfirmasi awak media, Klaten, Senin (12/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kepala Desa (Kades) Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Junaedi dilaporkan ke polisi oleh Jaringan Guna Advokasi Anggaran (Jaguar) Kalikotes atas tudingan menyelewengkan dana milik Badan Usaha Milik (BUM) Desa Tirta Mandiri Ponggok senilai Rp 21,6 miliar.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi.

Hari ini, Senin (12/8/2019) siang Polres Klaten memanggil Junaedi untuk dimintai keterangan.

Namun, Junaedi tak dapat memenuhi panggilan tersebut.

Bakal Dilaporkan Balik oleh Kades Ponggok, LSM Jaguar Tidak Takut dan Ajak Adu Data

"Hari ini terkait dugaan penggelapan dana Bumdes di daerah ponggok, satreskrim kita memanggil Kepala Desa Pak Junaedi tapi hari ini tidak hadir," kata Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, Senin (12/8/2019) siang.

"Hal tersebut karena ada kepentingan lain," katanya.

Panggilan ini merupakan yang pertama kali namun polisi berencana untuk kembali memanggil terduga Junaedi minggu ini.

"Kami akan panggil lagi Junaedi untuk klarifikasi," katanya.

Polres Klaten sendiri telah melakukan penyelidikan dan mengantongi beberapa bukti terkait penyelewengan tersebut.

Nantinya beberapa saksi juga akan dipanggil oleh kepolisian seperti Mendagri hingga dari BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok.

Ini 15 Laporan Dugaan Penyelewengan Kades Ponggok Senilai Rp 21.6 Milyar Menurut LSM Jaguar

Seperti diberitakan sebelumnya, Junaedi menolak tuduhan penyelewengan tersebut.

Hal tersebut karena laporan dugaan penyelewengan dana BUM Desa tak sampai di angka Rp 21,6 miliar.

Dirinya juga membeberkan munculnya pelaporan dugaan penyelewengan berawal dari salah tafsir segelintir masyarakat yang disebabkan salah membaca laporan di BUM Desa Trirta Mandiri Ponggok.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved