Berita Klaten Terbaru

Pelaku Penipuan Order Fiktif Ojek Online Klaten Ditangkap, Tak Hanya Menipu Juga Kirim Gambar Porno

Polres Klaten akhirnya berhasil menangkap pelaku penipuan order fiktif yang sempat dilaporkan olek ojek online (ojol) dari Grab

Pelaku Penipuan Order Fiktif Ojek Online Klaten Ditangkap, Tak Hanya Menipu Juga Kirim Gambar Porno
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Sejumlah driver ojek online (ojol) dari Grab melaporkan aksi tidak terpuji karena sering dikerjai order fiktif ke Polres Klaten, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Polres Klaten akhirnya berhasil menangkap pelaku penipuan order fiktif yang sempat dilaporkan olek ojek online (ojol) dari Grab pada Kamis (11/7/2019).

"Terkait kasus tersebut kami sudah menangani, kami juga sudah menangkap tersangka penipuan dengan inisial AP yang usia 30 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, Selasa (13/8/2019) siang

"Sesuai dengan ktp, tersangka ini merupakan warga dari Kebumen," katanya.

Saat ini, tersangka tengah ditangani oleh Polres Klaten.

Pihaknya juga akan segera melengkapi berkas untuk segera dikirimkan ke kejaksaan.

Dicky membeberkan saat ini kasus tersebut telah beralih dari penipuan order fiktif menjadi UU ITE.

Polresta Solo Tolak Gugatan Pra Peradilan LP3HI Terkait Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Solo

Anak Bupati Bengkulu Tengah Alami Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi, 2 Orang Meninggal Dunia

Ponpes Assalaam Sukoharjo Sembelih 42 Sapi dan 10 Kambing di Empat Lokasi Penyembelihan

Hal tersebut karena banyak dari ojek online tersebut dikirim gambar-gambar porno oleh tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 30 pengemudi gojek online dirugikan akibat order fiktif yang menyasar Kholifah Nuzzari yang beralamat di Polaman, Desa Mbeji, Kecamatan Pedan.

Namun karena yang dituju tersebut merasa tidak melakukan orderan, secara otomatis tidak bisa diklaim.

Selain itu, banyaknya pesan gambar porno yang diterima oleh para driver juga cukup meresahkan.

Sehingga pada akhirnya, salah satu pelapor melaporkan tersangka dengan UU ITE.

Dicky membeberkan motif adanya order fiktif tersebut adalah sakit hati karena tersangka tak direstui oleh oleh orang tua korban.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved