Berita Solo Terbaru

Tanggapan Menhan Soal Kasus Ditembak dan Disanderanya Polisi di Papua: Nanti Kita Pelajari Kasusnya

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengaku belum mendengar kabar Polisi yang disandera dan ditembak di Papua.

Tanggapan Menhan Soal Kasus Ditembak dan Disanderanya Polisi di Papua: Nanti Kita Pelajari Kasusnya
TribunSolo.com/Ryantono
Menhan Ryamizard Ryacudu memberikan keterangan usai mengisi kuliah umum di UNS Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengaku belum mendengar kabar Polisi yang disandera dan ditembak di Papua.

Namun, Ryamizard Ryacudu akan mempelajari kasus tersebut terlebih dahulu.

Diwawancarai wartawan usai mengisi kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Ryamizard mengaku belum mendengar kabar tersebut.

Sebab, Ryamizard Ryacudu masih banyak mengikuti kegiatan di berbagai daerah selama ini.

Di Depan 8.639 Mahasiswa Baru UNS Solo, Menhan Ryamizard Sampaikan Bahaya Radikalisme Masuk Kampus

"Saya belum dengar," kata Ryamizard Ryacudu usai mengisi kegiatan kuliah umum di UNS.

"Saya belum pulang dan masih ke Jogja dan besok ke Jawa Timur," terang Ryamizard, Selasa (13/8/2019).

Pihaknya menegaskan bakal mempelajari kasus tersebut terlebih dahulu.

Seperti diketahui Polri mengungkapkan bahwa Briptu Heidarmeninggal dengan luka tembak di bagian kepala dan leher.

Anggota Direskrim Polda Papua itu ditemukan gugur usai disandera oleh Kelompok Kriminal  Bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8/2019).

Tanggapi Rekomendasi Ijtima Ulama IV soal NKRI Bersyariah, Menhan: Nggak Ada, NKRI Harga Mati

Penyebab kematian Briptu Heidardisebabk an luka tembak pada kepala bagian atas dan bagian leher.

Kejadian tersebut bermula pada Senin pukul 11.00 WIT. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved