Mantan Direktur Krakatau Steel Didakwa Terima Uang Rp 156 Juta

Mantan Direktur Produksi dan Teknologi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, didakwa jaksa penuntut umum KPK menerima uang Rp 156 juta.

Mantan Direktur Krakatau Steel Didakwa Terima Uang Rp 156 Juta
Tribunnews/JEPRIMA
Direktur Teknologi PT Krakatau Steel (persero) Sekaligus Tersangka Wisnu Kuncoro usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Mantan Direktur Produksi dan Teknologi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, menerima uang Rp 156 juta.

Uang itu diterima dari Direktur utama PT Grand Kertech, Kenneth Sutardja dan Direktur PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro.

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Wisnu menerima uang melalui perantara bernama Kurnia Alexander Muskitta yang didakwa secara terpisah dalam perkara ini.

"Padahal diketahui atau patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata M Asri, JPU pada KPK saat membacakan surat dakwaan di sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Upaya pemberian uang itu diduga agar Wisnu memuluskan proyek Kenneth untuk memberikan persetujuan pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton.

Kurniawan Eddy Tjokro Pakai Rompi Tahanan KPK setelah Diperiksa terkait Kasus Korupsi Krakatau Steel

Proyek itu disebut jaksa bernilai Rp 24 miliar.

Selain itu, uang suap diberikan agar Wisnu Kuncoro menyetujui proyek PT Tjokro Bersaudara dalam pengadaan pembuatan dan pemasangan 2 (dua) unit Spare Bucket Wheel Stacker/Reclaimer Primary Yard dan Harbors Stockyard yang keseluruhan bernilai Rp 13 miliar di PT Krakatau Steel.

JPU pada KPK mengungkapkan Kurnia Alexander memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pejabat di Krakatau Steel termasuk Wisnu.

Untuk memuluskan strateginya memenangkan proyek boiler itu, Kenneth meminta Alexander mengenalkan dengan Wisnu.

JPU pada KPK menyebut Kenneth kerap mendapat proyek dari PT Krakatau Steel atau anak perusahaan lain, yang nilai miliaran rupiah. Proyek itu disebut jaksa terjadi selama kurun waktu 2012-2016.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved