Nasional

Din Syamsuddin Berharap Presiden Jokowi Bisa Memilih Kabinet yang Lebih Baik di Jilid II

Mantan ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, berharap pemerintah bisa menunjuk kabinet kerja jilid 2 yang lebih baik.

Din Syamsuddin Berharap Presiden Jokowi Bisa Memilih Kabinet yang Lebih Baik di Jilid II
TribunSolo.com/Agil Tri
Mantan ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin saat mengisi acara Masta PMB UMS 2019, Rabu (14/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Presiden terpilih, Joko Widodo tengah mempersiapkan pemilihan komposisi kabinet Jilid 2 untuk pemerintahan lima tahun ke depan.

Hal ini mendapat tanggapan dari Mantan ketua PP Muhammadiyah Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, atau yang akrab disapa Din Syamsuddin, yang berharap pemerintah bisa menunjuk kabinet kerja jilid 2 yang lebih baik.

Karena Republik Indonesia dengan segala permasalahannya, menuntut untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik.

"Kepada pemerintahan baru, saya berharap bisa membentuk kabinet yang berkeahlian dan profesional," katanya saat mengunjungi UMS, Rabu (15/8/2019).

Dia mengatakan, hal ini menjadi PR jokowi untuk bisa membangun pemerintahan yang kedua ini lebih baik daripada yang pertama.

"Jadi presiden harus dibantu orang-orang yang mempunyai kredibilitas, kemampuan, integritas, dan bersifat melayani."

"Ini tentu tidak mudah, karena harus bisa mengakomodir kepentingan parpol," terangnya.

Masalah Parpol yang seringkali meminta jatah kursi dalam kabinet, menurut Din Syamsyuddin saat ini Parpol harus bisa lebih bijaksana demi kepentingan bangsa.

Jemaah Haji Kloter Satu Embarkasi Solo Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Hari Minggu ini 

Isu Pungli Menerpa MTsN 2 Surakarta, Kepala Madrasah: Itu Bersifat Wakaf dan Sukarela

Bayi di Jember Tunggui Mayat Ayahnya yang Membusuk, Tak Sadar Ayahnya Sudah Tiada dan Terus Menangis

"Tapi parpol juga harus punya wawasan, bagaimana yang terbaik, karena komposisi menteri ada yang dari parpol maupun non parpol."

"Saya lihat banyak menteri dari parpol ada yang kurang berorientasi untuk rakyat, tapi masih berorientasi ke parpol," jelasnya.

Sehingga dia ingin, pada kabinet menteri jilid 2 ini, harus diisi para profesional untuk membangun sistem pemerintahan yang lebih baik.

"Jangan korbankan kepentingan bangsa kepada yang tidak profesional, kapabilitas harus jadi kriteria utama, baru integritas, kalau gak profesional berantakan nantinya," ucapnya.

Sementara itu, terkait kader muhammadiyah yang masuk dalam bursa menteri, Din Syamsuddin mengatakan muhammadiah orientasinya bukan politik kekuasan, tapi politik nilai dan wawasan.

"Kader muhammadiah banyak yang mempuni, tapi kalau tidak diberi kesempatan muhammadiah tidak apa-apa," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved