Berita Solo Terbaru

Pasca Diterpa Isu Pungli, MTsN 2 Surakarta Batalkan Pengadaan Tanah Wakaf

Setelah ramai isu pungutan liar (Pungli) di MTsN 2 Surakarta, pihak sekolah dan komite memutuskan untuk membatalkan pengadaan wakaf tanah tersebut.

Pasca Diterpa Isu Pungli, MTsN 2 Surakarta Batalkan Pengadaan Tanah Wakaf
TribunSolo.com/Ryantono
Tangkapan layar postingan akun Shiela Ariesz Rawass di Facebook yang mengeluhkan prihal pungutan di MTsN 2 Surakarta. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Setelah ramai isu pungutan liar (Pungli) di MTsN 2 Surakarta yang dihembuskan oleh akun Shiela Ariesz Rawass di Facebook, pihak sekolah dan komite memutuskan untuk membatalkan pengadaan wakaf tanah tersebut.

Ketua Komite MTsN 2 Surakarta Anwar Hamdani mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak madrasah dalam hal ini Kepala dan Wakil Kepala.

"Kami menimbang, mengingat, memperhatikan kami batalkan pengadaan tanah untuk pengembangan madrasah itu," papar Anwar Hamdani pada TribunSolo.com, Kamis (15/8/2019).

Isu Pungli Menerpa MTsN 2 Surakarta, Kepala Madrasah: Itu Bersifat Wakaf dan Sukarela

Anwar menjelaskan, pihaknya dan Madrasah akan akan berusaha meminta untuk pengadaan tanah guna pengembangan madrasah tersebut pada Kementerian.

"Kami akan segera memberitahukan pembatalan ini pada orangtua murid di MTsN 2 Solo," papar Anwar Hamdani.

"Orang tua tidak jadi diminta wakaf," kata Anwar Hamdani.

Sebelumnya, Warganet sempat dihebohkan postingan Pungutan Liar (Pungli) oleh akun Shiela Aries Rawas di Media Sosial (Medsos)

Postingan tersebut ditujukan pada MTsN 2 Surakarta.

Menanggapi postingan tersebut Kasat Pencegahan Tim Saber Pungli, Kompol Suharmono mengatakan, sudah melihat postingan tersebut.

"Sampai saat ini belum terjadi praktik pungli," kata Kompol Suharmono pada Wartawan, Rabu (14/8/2019).

MTsN 2 Surakarta Diterpa Isu Pungli di Medsos, Ini Penjelasan Komite Sekolah

Kompol Suharmono membeberkan, soal Pungli ini terjadi apabila wali murid sudah membayarkan sejumlah uang dengan pemaksaan.

"Belum masuk ranah pungli karena belum ada uang yang diserahkan," papar Kompol Suharmono.

Selain itu, misal sudah dirapatkan namun ada yang tidak setuju kemudian ada unsur paksaan membayar pada Sekolah baru itu yang disebut pungli.

Bila terjadi pemaksaan dan orang tua tidak setuju dapat dilaporkan pada Inspektorat untuk mediasi. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved