Berita Solo Terbaru

Kampanyekan 'Monster Sampah', World Clean Up Day Ajak Masyarakat Solo Lebih Sadar Lingkungan

World Cleanup Day (WCD) ajak masyarakat solo untuk lebih sadar lingkungan lewat kampanye memungut sampah di Car Free Day (CFD), Solo.

Kampanyekan 'Monster Sampah', World Clean Up Day Ajak Masyarakat Solo Lebih Sadar Lingkungan
TribunSolo.com/Adi Surya
Tampilan Muhammad Rois dengan pakaian "Monster Sampah"-nya saat melakukan kampanye memungut samlah bersama WCD di acara CFD Solo, Jalan Slamet Riyadi, Solo pada Minggu (18/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com - Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - World Cleanup Day (WCD) ajak masyarakat solo untuk lebih sadar lingkungan lewat kampanye memungut sampah di Car Free Day (CFD), Jalan Slamet Riyadi, Solo pada Minggu (18/8/2019).

Kampanye ini dilakukan dalam rangka menyambut acara utama yang rencananya akan digelar pada tanggal 21 September 2019 di Taman Balaikambang, Solo.

"Kampanye hari ini adalah pre-event untuk acara utama kita di tanggal 21 September dan mengajak masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan, bagi mereka yang ingin buang sampah bisa dibuang di kantong yang telah kami sediakan," tutur Koordinator WCD Solo, Muhammad Rois.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Rois ini berharap agar masyarakat Kota Solo sadar bahwa lingkungan dan bumi yang mereka tempat perlu dijaga.

Guna menyadarkan masyarakat, Rois menggunakan sebuah pakaian yang ia namakan dengan, monster sampah selama acara CFD berlangsung.

"Pakaian ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik."

Aktor FTV Meidian Maladi akan Nikahi Hijaber Cantik Bukan Kalangan Artis, Intip Foto Prewednya

Rusuh di Manokwari Protes Insiden Surabaya, Kapolda Papua Dilempari Batu

Pilkada Solo 2020: Soal Calon Muda di Pilkada Solo, Harus Juga Dilihat Track Record Karyanya

"Semoga melalui pakaian ini, masyarakat bisa lebih sadar bahwa semua sampah berbahaya bagi lingkungan, termasuk sampah plastik karena mereka memiliki masa urai yang lama," tutur Rois.

Rois tidak memungkiri kalau kampanye yang dilakukannya bersama WPC juga didasari oleh predikat Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

"Sebagai tanggungjawabnya kita melakukan pembersihan, namun itu tidak selamanya dilakukan."

"Yang jelas, Pemerintah Indonesia memiliki target Indonesia Bersih dan Bebas Sampah di tahun 2025, dan kita harus mendukung itu," tutup Rois.

(*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved