Pidatonya Dibacakan Taj Yasin di Seminar BPIP, Ganjar Pranowo: Pancasila adalah Pondasi Bangsa

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menganggap Pancasila adalah pondasi bangsa Indonesia.

Pidatonya Dibacakan Taj Yasin di Seminar BPIP, Ganjar Pranowo: Pancasila adalah Pondasi Bangsa
TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA
Wakil Gubernur Jawa tengah, Taj Yasin Maimoen, saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di acara Seminar Nasional Pancasila Sebagai Platform Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS Solo, Solo pada Senin (19/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menganggap Pancasila adalah pondasi bangsa Indonesia.

Anggapan ini tertuang dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Seminar Nasional Pancasila Sebagai Platform Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Seminar ini diinisiasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS Solo, Solo pada Senin (19/8/2019).

Dalam sambutannya, Ganjar Pranowo mengibaratkan Pancasila adalah pondasi sebuah rumah.

Cuplik Pesan Gus Dur, Ganjar Pranowo: Orang Tak akan Bertanya Agama dan Sukumu Ketika Berbuat Baik

"Ibarat sebuah rumah, Pancasila adalah pondasinya, tiangnya ialah Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD 1945), atapnya merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika adalah isi yang ada di dalam rumah itu."

"Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika memunculkan sebuah satu kesatuan hubungan yang mengikat dan saling mendukung dalam membangun Bangsa dan Negara Indonesia," tutur Taj Yasin Maimoen.

Lebih lanjut, Ganjar Pranowo menjelaskan Pancasila harus dibangun paling awal untuk membangun bagian yang lain.

KPK Geledah 2 Lokasi di Jakarta Barat terkait Kasus Dugaan Suap Impor Bawang

"Pancasila sebagai pondasi artinya Pancasila adalah dasar yang harus dibangun paling awal, sebelum membangun bagian-bagian yang lain."

"Semua bagian dari kelima itu tidak bisa terbangun apabila tidak ada pondasi."

"Pancasila jadi kekuatan utama dari tegaknya sebuah bangunan."

"Semua bagian yang ada harus mengikat diri dengan Pancasila, tidak boleh melepaskan pegangan yang telah terjalin tersebut," imbuh Taj Yasin Maimoen. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved