OTT KPK di Solo

Jaksa Kejari Surakarta yang Jadi Tersangka KPK dalam Kasus Suap adalah Warga Gedongan Colomadu

Ketua RT di kawasan Satriawan Sulaksono (SSL) tinggal, Sarjo Handoyo membenarkan ada warganya bernama Satriawan Sulaksono dan bekerja di Kejaksaan.

Jaksa Kejari Surakarta yang Jadi Tersangka KPK dalam Kasus Suap adalah Warga Gedongan Colomadu
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta tahun anggaran 2019.

Tiga tersangka tersebut yakni Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota TP4D (Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah) Eka Safitra (ESF) dan Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL).

TribunSolo.com mencoba menelusuri informasi terkait Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL).

Belum ada pihak Kejaksaan Surakarta yang membuka suara soal ini.

Jadi Tersangka Kasus Lelang Proyek PUPKP Yogyakarta, Jaksa Kejari Solo Masih Buron

TribunSolo.com menelusuri di lokasi kediaman Satriawan Sulaksono (SSL) di wilayah Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu.

Ketua RT di kawasan Satriawan Sulaksono (SSL) tinggal, Sarjo Handoyo membenarkan ada warganya bernama Satriawan Sulaksono dan bekerja di Kejaksaan Surakarta.

"Ada warga saya namanya Satriawan Sulaksono tapi kalau kasusnya apa dan KPK menetapkan tersangka saya belum tahu," kata Sarjo Handoyo ditemui di rumahnya, Selasa (20/8/2019).

"Saya malah kaget ada kabar itu, beritanya juga belum tahu," kata Sarjo Handoyo.

Tangkap Jaksa Kejari Solo dan Yogya, KPK Kecewa: Peran Pegawasan Malah Menjadi Lahan Memperkaya Diri

Diberitakan Tribunnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta tahun anggaran 2019.

Sebagai pemberi suap, KPK menjerat Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram) Gabriella Yuan Ana (GYA). 

Kemudian Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota TP4D (Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah) Eka Safitra (ESF) dan Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL) dijerat sebagai penerima suap. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved