Berita Karanganyar Terbaru
Jawa Tengah Termasuk Provinsi Terparah yang Terdampak Kekeringan, Ini Upaya dari Balitek DAS
Kepala penelitian Utama Balitek DAS Purwanto mengatakan, ada 75 wilayah kabupaten/kota yang terdampak kekeringan, Jawa Tengah termasuk paling banyak.
Penulis: Reza Dwi Wijayanti | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Merujuk pada informasi Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dihimpun Balai Litbang Teknologi Pengelola Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Surakarta menyatakan, wilayah Jawa Tengah masuk ke dalam kabupaten dan kota yang terdampak kekeringan akibat kemarau.
Kepala penelitian Utama Balitek DAS Purwanto mengatakan, ada 75 wilayah kabupaten dan kota yang terdampak kekeringan, Jawa Tengah termasuk yang paling banyak.
"Jawa Barat ada 21, Banten ada 1, Jawa Tengah ada 21, DIY ada 2, Jawa Timur ada 10, Bali ada 2, NTT ada 15, dan NTB ada 9," paparnya, Selasa (20/8/2019).
• Juliyatmono: Warga Papua akan Dijamin Keamanannya di Karanganyar
Bencana kekeringan yang melanda wilayah Indonesia tahun ini diperkirakan akan lebih parah dari pada tahun 2018.
Persoalan tersebut berpotensi menyebabkan defisit ketersediaan air, sehingga dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Saat ini pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dalam mengurangi dampak kekeringan.
Diantaranya dengan melakukan pendistribusian air bersih sekitar 7.045.400 liter ke seluruh wilayah yang terdampak kekeringan.
Pembuatan sumur bor, melakukan kampanye hemat air, dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Selain itu, Balitek DAS unit kerja Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turut melakukan antisipasi.
• Nama Hashim Adik Prabowo Disebut-sebut oleh Gubernur Kaltim dalam Wacana Pembangunan Ibu Kota Baru
Antisipasi yang dibuat dilakukan dengan teknologi sederhana yang saat ini sedang diterapkan di wilayah Grobogan.
Teknologi sederhana ini merupakan cara untuk memanfaatkan air dengan memanen air hujan di musim penghujan.
Tak hanya itu Balitek DAS juga menerapkan instalasi daur ulang air limbah skala rumah tangga, agar bisa dimanfaatkan kembali.
Juga melakukan sosialisasi kepada masyarkat agar tidak menanam padi di musim kemarau tapi mengganti dengan tumbuhan palawija. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kekeringan-cuaca-ekstrem_20160728_112252.jpg)