Berita Solo Terbaru

Sosialisasikan QRIS, Kepala BI Solo Tak Pungkiri Pesatnya Perkembangan Sistem Pembayaran

Kepala KPw BI, Bambang Pramono tidak memungkiri pesatnya perkembangan teknologi, khususnya dalam sistem pembayaran.

Sosialisasikan QRIS, Kepala BI Solo Tak Pungkiri Pesatnya Perkembangan Sistem Pembayaran
TribunSolo.com/Adi Surya
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI), Bambang Pramono mendemokan cara pakai QRIS saat sosialisasi di Gedung KPwBI Solo, Solo pada Selasa (20/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com - Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI), Bambang Pramono tidak memungkiri pesatnya perkembangan teknologi, khususnya dalam sistem pembayaran. 

Ia mengatakan otoritas perlu mengantisipasi dampak pesatnya perkembangan teknologi itu untuk meminimalisir risiko. 

"Jika tidak segara diantisipasi dan dibenahi, khsusus dari sisi otoritas moneter, itu bisa memunculkan fragmentasi-fragmentasi dan gangguan dalam sistem pembayaran Indonesia," ucap Bambang Pramono saat sosialisasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Gedung KPw BI Solo,  Solo pada Selasa (20/8/2019).

Lebih lanjut, Bambang Pramono menambahkan komunitas, korporasi, maupun ekosistem kini sudah dapat menentukan sistem pembayaran sendiri dengan perkembangan teknologi sistem pembayaran saat ini. 

Jaksa Solo Tersangka dan Buron KPK: Jaksa Satriawan Terakhir Jabat Posisi Kasubsi Penyidikan

"Komunitas sudah bisa membuat sistem pembayaran mereka sendiri, dan memunculkan barcode buatan mereka."

"Kalau ini dibiarkan, bisa memfragmentasi dan mengganggu sistem pembayaran yang kita gunakan saat ini," tegas Bambang Pramono.

Oleh karena itu, Bambang Pramono juga menjelaskan tetap diperlukan sebuah pengaturan terkait hal itu. 

"Kalau tidak diatur, nanti tidak tau masalahnya, masalah pengadaan sistem, mitigasi resiko, dan masalah perlindungan konsumen," tandas Bambang Pramono.

BKK Jawa Tengah Bidik Pengembangan Sektor Seni dan Industri Kreatif Melalui BUMDes

Poin terakhir terkait masalah perlindungan konsumen, Bambang Pramono menekankan BI sebagai pemegang otoritas harus melindungi konsumen. 

"Otoritas harus melindungi konsumen, dan hal ini terus kita tekankan."

"Salah satu caranya dengan QRIS ini," imbuh Bambang Pramono. 

(*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved