Berita Solo Terbaru

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso Dikukuhkan Jadi Guru Besar UNS

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar Tidak Tetap di bidang manajemen risiko FEB UNS Solo.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso Dikukuhkan Jadi Guru Besar UNS
DOK OJK
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso (tengah) dilantik langsung oleh rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho dan Ketua Senat UNS Solo, Adi Sulistyono di Gedung GPH Haryo Mataram UNS Solo, Kentingan, Solo pada Senin (26/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com - Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar Tidak Tetap di bidang manajemen risiko Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo.

Pengukuhan ini diselenggarakan di Gedung GPH Haryo Mataram UNS Solo, Kentingan, Solo pada Senin (26/8/2019) pada pukul 10.00 WIB.

Wimboh Santoso dikukuhkan langsung oleh rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho.

Dalam acara pengukuhannya, Wimboh Santoso diberi kesempatan menyampaikan pidato berjudul Revolusi Digital : "New Paradigm" Di Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Wimboh Santoso mengatakan perkembangan teknologi yang pesat telah merevolusi gaya hidup masyarakat.

Menurutnya, revolusi itu juga bisa memunculkan sejumlah risiko yang dapat menggeser tatanan kehidupan ekonomi serta sektor keuangan, bila tidak diwaspadai maka distrosi yang terjadi akan terlambat diantisipasi.

Enam Kasus Kebakaran Terjadi Dalam Satu Hari di Kabupaten Sukoharjo

10 Nama Capim KPK yang Lolos Seleksi akan Diumumkan pada Jumat Pekan Ini

Imigran asal Nigeria Bobol Konter Handphone di Solo, Rupanya Kepepet Ekonomi

"Kondisi inilah yang kemudian membuat regulasi yanag telah kita buat perlu dilihat kembali," ucap Wimboh Santoso.

"Regulasi yang telah dibuat belum mampu menjangkau aktivitas teknologi dan gaya hidip dalam bidang ekonomi dan keuangan yang terus berevolusi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wimboh Santoso mengatakan perkembangan teknologi juga telah merubah cara pandang dan tuntutan masyarakat terhadap sektor ekonomi dan keungan dalam melakukan aktivitas keseharian.

"Dalam setiap aktivitas, masyarakat mulai menuntut adanya aspek kenyamanan, biaya murah, kecapatan, akurasi, kemudahan akses, dan efisiensi, " ucap Wimboh Santoso.

"Tuntutan ini hanya bisa direspon dengan memanfaatkan teknologi, dan yang terpenting budaya digital sekarang telah merevolusi gaya hidup masyarajkat," imbuh Wimboh Santoso.

(*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved