Berita Klaten Terbaru

Tak Pakai Internet, Pemasaran Produk Daur Ulang Sampah Desa Karanglo Klaten Lewat Mulut Ke Mulut

Sri Yono membeberkan bahwa selama ini memang banyak yang menawari pemasaran lewat internet tapi selalu ditolaknya.

Tak Pakai Internet, Pemasaran Produk Daur Ulang Sampah Desa Karanglo Klaten Lewat Mulut Ke Mulut
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Aneka tas daur ulang sampah di Karanglo Klaten, Sabtu (24/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Berbeda dari usaha lainnya, produksi produk daur ulang sampah dari Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten ini tak menggunakan internet sebagai sistem pemasarannya.

"Pemasaran kami memang bukan lewat internet," kata Ketua Komunitas Pengelolaan sampah dan direktur bank sampah, Sri Yono kepada Tribunsolo.com, Senin (26/8/2019) siang.

Sri Yono membeberkan bahwa selama ini memang banyak yang menawari pemasaran lewat internet tapi selalu ditolaknya.

"Tidak dipasarkan lewat internet saja kami sudah kewalahan dengan pesanan," katanya.

Dulu Dibuang, Kini Sampah Rumah Tangga di Karanglo Klaten Dipilah Teliti Jadi Barang Bernilai Tinggi

Aneka jenis dompet hasil kerajinan daur ulang sampah di Desa Karanglo, Klaten, Senin (26/7/2019)
Aneka jenis dompet hasil kerajinan daur ulang sampah di Desa Karanglo, Klaten, Senin (26/7/2019) (TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI)

Selama ini dirinya kerap memasarkan produknya lewat peserta studi banding yang datang.

"Tamu yang datang itu kan belajar, mereka ada yang beli awalnya bijian tapi besoknya lagi jadi pelanggan tetap," katanya.

"Kadang juga suka borongan kalau beli," katanya.

Karena semakin banyak masyarakat tahu produk tersebut, semakin banyak pembeli yang datang.

"Maka dari itu kami ingin kedepan bisa menambah jumlah penjahit dan desainer juga karena yang pesan bisa sampai 300 buah untuk produk kami," katanya.

Saat Tribunsolo.com mengunjungi distro Bank Sampah, terlihat beragam pesanan tas dari beberapa instansi pemerintah maupun swasta.

"Pesanan kami terus meningkat, rata-rata pembeli dari luar Klaten," katanya.

Warga Desa Karanglo Klaten Produksi Sampah Jadi Barang Bernilai Jual Tinggi

Salah satu tas dari bungkus kopi di Desa Karanglo, Klaten, Senin (26/7/2019)
Salah satu tas dari bungkus kopi di Desa Karanglo, Klaten, Senin (26/7/2019) (TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI)

Dengan banyaknya pembeli, dirinya dan warga akhirnya kerap menyetok barang.

"Sekarang pesenan berapa pun kami siap," katanya.

Dengan adanya produksi barang-barang tersebut, ekonomi masyarakat akhirnya meningkat.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved