Breaking News:

Gerindra Usulkan Biaya Pemindahan Ibu Kota 100 Persen dari Uang Negara

Gerindra sebut anggaran pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, 100 persen bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Biro pers setpres
Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Gerindra di DPR RI, Edhy Prabowo mengatakan bahwa pihaknya menginginkan agar anggaran pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, 100 persen bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau Gerindra, untuk biaya pemindahan ibu kota maunya 100 persen dari uang negara," kata Edhy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (26/8/2019), seperti dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Menurut Edhy jangan sampai pemindahan ibu kota melibatkan swasta karena menyangkut kedaulatan negara.

Pembangunan ibu kota tidak boleh bergantung pada swasta atau asing.

"Yang paling penting lagi adalah pemindahan ibukota itu pembangunannya harus biaya negara jangan ada biaya swasta atau non pemerintah. karena ini adalah kedaulatan tidak boleh ada kelompok lain," katanya. 

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Edhy mengatakan pihak swasta bisa dilibatkan dalam pembangunan yang bersifat penunjang ibu kota, bukan pembangunan utama ibu kotanya.

Gerindra Minta Pemerintah Libatkan DPR terkait Pemindahan Ibu Kota

Pada prinsinsipnya menurut Edhy, sesuai arahan ketua umum Gerindra, Prabowo Subianto pemindahan ibu kota sah-sah saja dilakukan. Asalkan sumber pendanaannya dari negara serta telah melalui kajian mendalam.

"Ini alasan yang kami dapat arahan dari ketua umum kami, yang memang Gerindra secara umum bahwa semangat untuk pindah tidak ada yang menghalangi, silakan saja tetapi kalau mau dipilih tempat Pak Prabowo sendiri kami Gerindra ingin kalau bisa di sekitar Jakarta, misalnya Jonggol (Bogor)," pungkasnya.

Presiden sendiri mengatakan bahwa pemindahan ibu kotadari Jakarta ke Kabupaten Kutai Kertanegara serta Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu akan memakan biaya Rp 466 triliun.

Pembiayaan 19 persennya akan bersumber dari APBN dengan kerja sama aset pengelolaan ibu kota.

Sementara sisanya berasal dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta investasi langsung swasta dengan Badan Usaha Milik negara (BUMN). (Tribunnews/Taufik Ismail) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Gerindra: Anggaran Pemindahan Ibu Kota Seharusnya 100 Persen Bersumber dari APBN"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved