Kata Psikolog soal Kasus Istri Sewa Pembunuh untuk Habisi Nyawa Suami dan Anak Tiri di Sukabumi

Kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) menjadi perhatian publik sejak kemarin.

Kata Psikolog soal Kasus Istri Sewa Pembunuh untuk Habisi Nyawa Suami dan Anak Tiri di Sukabumi
Kompas.com
Ilustrasi korban tewas 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) menjadi perhatian publik sejak kemarin.

Kedua jenazah dibakar di dalam mobil di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.

Hingga saat ini polisi telah mengamankan empat tersangka yakni AK, KV, S, dan A.

Menurut keterangan polisi, AK yang juga merupakan istri Pupung, adalah otak di balik pembunuhan sadis ini.

AK menyewa empat pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa suami dan anak tirinya, Dana.

Kasus Istri Sewa Pembunuh untuk Habisi Suami dan Anak Tiri, Korban Sempat Tulis Ini di Medsos

"Motifnya jelas, hasil pemeriksaan ibu itu mengaku punya utang, suaminya juga punya utang."

"Mereka sepakat menjual rumah, rumahnya kan cukup besar tapi pembagian itulah yang menjadi masalah."

"Sengketa pembagian penjualan rumah, sehingga terjadi perkara ini," kata Rudy di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Selasa (27/8/2019).

Analisis psikolog

Menanggapi kasus ini, psikolog Universitas Sebelas Maret (UNS), Hening Widyastuti menilai, ada banyak faktor pada istri (AK) sehingga memicunya berbuat sadis.

Halaman
123
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved