Berita Sukoharjo Terbaru

Sebelum Ditangkap Polisi, Pelaku Arisan Online Fiktif di Solo Hidup Nomaden

Sebelum ditangkap Satreskrim Polres Sukoharjo, pembuat arisan online fiktif TR (29) hidup nomaden alias berpindah-pindah.

Sebelum Ditangkap Polisi, Pelaku Arisan Online Fiktif di Solo Hidup Nomaden
TribunSolo.com/Eka Fitriani
ILUSTRASI Korban arisan fiktif di Mapolresta Solo, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebelum ditangkap Satreskrim Polres Sukoharjo, pembuat arisan online fiktif TR (29), warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo hidup nomaden alias berpindah-pindah.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat berbincang dengan TribunSolo.com, Kamis (29/8/2019).

Menyadari dirinya mulai dicari kelompok arisan online fiktif, TR tinggal berpindah-pindah.

"Dia sempat berpindah-pindah, kadang tidur di hotel kadang tidur di rumah temannya," katannya.

Inilah Modus Menggiurkan Arisan Fiktif Online yang Dibuat Pelaku kepada Korbannya di Sukoharjo

Hal tersebut yang membuat pihak kepolisian kesulitan untuk menangkap TR.

Namun beberapa waktu lalu, pelaku diamankan Satreskrim Polres Sukoharjo saat dalam perjalanan di kawasan Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Diketahui, TR melakukan operasi arisan online fiktifnya kepada salah satu pelapor asal Sukoharjo berinisial UG (22) sejak September 2018 lalu.

Awalnya arisan online yang dikuti UG berjalan dengan baik, UG ini tertarik, dia ikut dua slot, dengan membayar Rp 4,95 juta, yang nantinya akan mendapat RP 30 juta jika mendapatkan arisan.

Sampai pembayaran bulan ke tujuh atau bulan Maret 2019, UG mendapatkan arisan sebesar Rp 30 juta, dan uang tersebut sudah diterima korban.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved