Warga Kesulitan Hubungi Keluarga Gara-gara Akses Komunikasi Terbatas Pasca Kerusuhan di Jayapura

Sejak 19 Agustus 2019, hanya layanan data yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Warga Kesulitan Hubungi Keluarga Gara-gara Akses Komunikasi Terbatas Pasca Kerusuhan di Jayapura
KOMPAS/JOHN ROY PURBA
Asap mengepul dari kawasan pertokoan di Entrop, Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019) 

TRIBUNSOLO.COM - Pasca kerusuhan yang terjadi di Jayapura, Papua, pada Kamis (29/8/2019), akses komunikasi masih sangat terbatas.

Sejak 19 Agustus 2019, hanya layanan data yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Namun, sejak Kamis sore, layanan telepon dan pesan singkat sangat sulit diakses.

Ketika hendak menelepon, di layar ponsel akan muncul tulisan "tidak terdaftar di jaringan".

Skuat Bali United Batal Berangkat ke Jayapura, Terpaksa Kembali dari Bandara Ngurah Rai

Roy, salah satu warga Jayapura, mengaku sangat terganggu dengan sulitnya akses komunikasi di Jayapura.

Bahkan, pada saat terjadi kerusuhan, ia yang sedang berada di pusat kota sangat panik, karena tidak bisa menghubungi keluarganya yang berada di Kotaraja.

"Kita di kota sudah waspada karena massa mulai datang, ditambah saya tidak bisa telepon istri di rumah justru kita makin panik," kata Roy, di Jayapura, Jumat (30/08/2019).

Ia berharap layanan seluler bisa segera berfungsi normal, karena kini masyarakat kesulitan mengakses informasi.

Jadi Tersangka Ujaran Kebencian di Asrama Mahasiswa Papua, Tri Susanti Tuding Ada Pihak Provokator

Senada dengan Roy, Syaiful juga mengeluh ketiadaan layanan komunikasi.

Ia yang berprofesi sebagai jurnalis, terpaksa harus menginap di lobi hotel, karena tidak ada informasi mengenai situasi keamanan di jalan.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved