KKN di Desa Penari Viral, Ini Cerita Ritual Penari Bedaya Ketawang di Kraton Solo: Harus Perawan

Beberapa waktu terakhir ini viral cerita tentang KKN di Desa Penari yang muncul dari akun Twitter Simple Man.

KKN di Desa Penari Viral, Ini Cerita Ritual Penari Bedaya Ketawang di Kraton Solo: Harus Perawan
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
GKR Wandansari Koes Moertiyah yang akrab dipanggil Gusti Moeng. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Beberapa waktu terakhir ini viral cerita tentang KKN di Desa Penari yang muncul dari akun Twitter Simple Man.

Cerita tersebut kental dengan nuansa mistis tentang cerita mahasiswa yang melakukan KKN.

Terlepas dari cerita tersebut benar atau hanya fiktif seperti banyak diperdebatkan netizen.

TribunSolo.com mencoba mengulik bagaimana cerita para penari di dunia nyata seperti di Keraton Surakarta Hadiningrat.

TribunSolo.com menemui GKR Wandansari Koes Moertiyah yang akrab dipanggil Gusti Moeng.

Gusti Moeng adalah Putri PB XII yang juga Ketua lembaga dewan adat Keraton Surakarta Hadiningrat.

Gusti Moeng memulai cerita saat Keraton Surakarta Hadiningrat masih menjadi pusat pemerintahan.

Akun SimpleMan Bantah Beredarnya Foto Bima KKN Desa Penari di Media Sosial, Ini Pengakuannya

Kala itu semua abdi dalem bedoyo punya posisi struktur kepemerintahan.

"Mereka digaji dan dimuliakan posisi kedudukannya," papar Gusti Moeng ditemui TribunSolo.com, Jumat (30/8/2019) sore.

Halaman
123
Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved