Makna Jenang Suro yang Dibagi saat Kirab di Pasar Triwindu Solo, Jenang dan Kedelai Jadi Ciri Khas

Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo membagikan Jenang Suro seusai prosesi Kirab Jenang Suro pada Sabtu (31/8/2019).

Makna Jenang Suro yang Dibagi saat Kirab di Pasar Triwindu Solo, Jenang dan Kedelai Jadi Ciri Khas
TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA
Sejumlah ibu menyiapkan Jenang Suro yang akan dibagikan usai Kirab Jenang Sura di Pasar Triwindu, Solo pada Sabtu (31/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo membagikan Jenang Suro seusai prosesi Kirab Jenang Suro pada Sabtu (31/8/2019).

Ketua Paguyuban Pasar Triwindu, Dody Sudarsono mengatakan, Jenang Suro akan dibagikan kepada peserta kirab dan para pengunjung Pasar Triwindu.

"Jenang Suro yang dibagikan merupakan campuran jenang lemu dan dele hitam," jelas Dody Sudarsono.

Pria yang akrab disapa Dody ini menjelaskan Jenang Suro yang dibagikan menyimpan makna yang mendalam.

"Makna dari jenang suro ini sebagai rasa syukur atas kenikmatan yang telah diberikan sang pencipta kepada kita selama satu tahun," terang Dody.

Kirab Jenang Suro oleh Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo, Tradisi Sambut Tahun Baru Jawa

"Dele hitam yang disajikan juga bermakna harapan agar kejelekan-kejelekan akan sirna pada tahun mendatang," imbuh Dody.

Lebih lanjut, Dody berharap agar Kirab Jenang Solo dapat menjadi destinasi wisata di kota Solo.

"Harapannya ini bisa menjadi destinasi wisata di kota Solo, sehingga wisatawan yang datang ingat bahwa ada Kirab Jenang Suro pada saat menyambut tahun baru Jawa di Pasar Triwindu," harap Dody. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved