Breaking News:

Pengamat Politik Sebut Bola Panas Calon Pimpinan KPK Kini Berada di Tangan Jokowi

Selain terdapat beberapa nama Capim yang diduga bermasalah, Pansel KPK pun disinyalir memiliki konflik kepentingan.

Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Arif Susanto di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menjadi sorotan.

Selain terdapat beberapa nama Capim yang diduga bermasalah, Pansel KPK pun disinyalir memiliki konflik kepentingan.

Pengamat politik Exposit Strategic Arif Susanto mengatakan masa depan KPK kini berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dari 20 nama yang lolos seleksi, Presiden harus benar-benar memilih figur yang memiliki kredibilitas dan integritas untuk disodorkan kepada DPR RI.

Sekda Jabar Iwa Karniwa Ditahan KPK, Ridwan Kamil Akan Mencari Sekda Baru

"Sekarang bolanya ada di tangan presiden jadi presiden tidak mungkin menarik mundur proses, sehingga dari 20 ini harus dipastikan presiden sungguh-sungguh memilih 10 orang yang kira-kira kelemahannya itu paling minimum," ujar Arif dalam diskusi yang diselenggarakan Formappi di Matraman, Jakarta Timur, Minggu, (1/9/2019).

Presiden menurutnya harus memberikan tekanan juga di DPR yang akan menggelar uji kepatutan dan kelayakan Capim KPK.

Sehingga menurutnya, 5 komisioner yang terpilih nanti, benar-benar merupakan sosok yang terbaik dalam memimpin agenda pemberantasan korupsi.

"Presiden harus memberi semacam, bagaimanapun proses ini kan juga memiliki muatan politis, jadi harus ada tekanan dari Presiden sendiri kepada proses di DPR nanti, supaya prosesnya itu sungguh-sungguh menghasilkan pemimpin di KPK yang punya integritas dan keberanian," katanya, dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Polisi Dalami Peran Mantan ART Aulia Kesuma dan Suaminya Sebelum Tentukan Status Tersangka

Arief mempertanyakan keseriusan Pansel KPK, dalam mencari Capim yang benar-benar memiliki integritas.

Karena menurut Arief dari 20 nama terkahir yang lolos seleksi terdapat beberapa yang diduga bermasalah dalam komitement pemberantasan korupsi. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved