Ketua DPD PAN Pesisir Selatan Dilaporkan Kadernya, Dituding Tak Tepati Janji Beri Jabatan

Ketua DPD PAN Pesisir Selatan, Sumbar menyayangkan sikap kader PAN Defri Joni yang melaporkan dirinya dan wakil sekretaris DPW PAN ke polisi.

Tribun Bali/Istimewa
Logo Partai Amanat Nasional 

TRIBUNSOLO.COM - Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Yul Afnedi Chaniago, menyayangkan sikap kader PAN Defri Joni yang melaporkan dirinya dan KS, wakil sekretaris DPW PAN Sumbar ke polisi.

Menurut Yul, kasus itu seharusnya diselesaikan di dalam internal partai terlebih dahulu.

"Itu kasus internal partai, kok dibawa keluar, ada apa?" kata Yul, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Senin (2/9/2019).

Sebagai pimpinan partai, Yul sangat menyesalkan sikap Defri yang langsung membawa persoalan itu ke ranah hukum.

Sebelum dilaporkan, Yul Afnedi mengaku persoalan itu tidak pernah dibicarakan Defri ke partai.

"Tidak pernah dia mempersoalkan hal itu ke partai sehingga jadi aneh kenapa tiba-tiba langsung ke ranah hukum."

"Mungkin ada hal-hal lain di balik ini," jelas Yul.

Mahfud MD Tepis Pandangan Professor Harvard Daniel Bell soal Ideologi: Pancasila Membantah Itu

Kendati sudah dilaporkan ke polisi, Yul menyebut pihaknya tetap menghargai Defri Joni sebagai kader PAN.

"Defri Joni itu kader PAN yang sudah dua periode duduk di DPRD Pesisir Selatan."

"Dia sudah lama dan paham terhadap mekanisme partai," katanya.

Sebelumnya diberitakan, merasa ditipu seorang kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Defri Joni melaporkan dua oknum pimpinannya, YA (Ketua DPD PAN Pesisir Selatan) dan KS (wakil sekretaris DPW PAN Sumbar) ke polisi.

Defri mengaku diiming-imingi posisi wakil ketua DPRD Pesisir Selatan dan telah menyerahkan uang sebesar Rp 40 juta.

Namun, posisi wakil ketua DPRD yang dijanjikan tidak kunjung didapatnya. (Kompas.com/Perdana Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan Ketua DPD PAN soal Kader Melapor ke Polisi karena Merasa Ditipu"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved