Breaking News:

Pemuda Asal Bali Ini Tewas Gantung Diri di Pohon Sirsak, Sebelumnya Sudah 4 Kali Coba Bunuh Diri

Pemuda 19 tahun tersebut ditemukan tewas tergantung di pekarangan rumahnya, Kamis (29/8/2019) pukul 06.00 Wita.

Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
I Putu Antaro Deva (19) asal Banjar Taro Kelod, Desa Taro, Tegalalang dievakuasi di kamarnya usai ditemukan gantung diri di pohon sirsak, Kamis (29/8/2019) 

TRIBUNSOLO.COM - Seorang pemuda I Putu Antaro Deva, asal Banjar Taro Kelod, Desa Taro, Tegalalang, Gianyar, Bali harus mengambil jalan pintas, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Pemuda 19 tahun tersebut ditemukan tewas tergantung di pekarangan rumahnya, Kamis (29/8/2019) pukul 06.00 Wita.

Dilansir TribunSolo.com dari TribunBali.com, penyebab ia memilih mengakhiri hidup dengan jalan pintas ini masih misterius.

Namun berdasarkan keterangan Polsek Tegalalang, korban sempat beberapa kali mencoba bunuh diri.

Upaya tersebut sebelumnya selalu gagal, karena dipergoki oleh pacarnya, NWDP (17) yang masih bersekolah di sebuah SMK pariwisata di Ubud.

Semasa hidup Putu Antaro mengakui adanya keinginannya tersebut karena memiliki masalah pribadi.

Namun ia tak pernah mengungkapkan masalah tersebut pada siapapun.

Informasi dihimpun Tribun Bali, pada Kamis (29/8/2019) sekira pukul 06.00 wita bertempat di belakang pekarangan rumah milik I Wayan Nyana (ayah) yang berlokasi di Banjar Taro Kelod, Desa Taro, Tegallalang telah diketahui terjadi peristiwa gantung diri.

Kejadian pertama kali diketahui Ni Ketut Rapug yang saat itu tengah melihat babi peliharaannya di belakang pekarangan rumah.

Dia melihat Putu Antaro sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tali plastik warna biru di pohon sirsak yang berada di belakang kandang babi.

G-Dragon BIGBANG akan Rampungkan Wamil pada 26 Oktober 2019, Dipercepat Sebulan dari Jadwal

Beredar Video Pom Mini Terbakar di Jati Gatak Sukoharjo, Ini Kata Warga Sekitar TKP

 Paus Fransiskus Terjebak Selama 25 Menit Dalam Lift, Doa Angelus di Vatikan Sempat Tertunda

Kemudian ia lantas memanggil ayah Putu Antaro.

Jenazah Putu Antaro akhirnya diturunkan oleh beberapa kerabat.

Jenazah pun dipindahkan menuju kamar.

Berdasarkan pemeriksaan Dokter Puskesmas Tegalalang 2, diketahui tidak terdapat tanda kekerasan pada tubuh jenazah.

Ia diduga telah meninggal empat jam sebelum ditemukan.

Kanit Reskrim Polsek Tegalalang, Ipda I Wayan Juwahyudi mengatakan, terkait peristiwa gantung diri tersebut, dari pihak keluarga yang diwakili oleh Bapak kandung korban, I Wayan Nyana menyatakan tidak akan menuntut siapapun dan menerima kematian anaknya sebagai musibah.

Sementara terkait penyebab Putu Antaro mengakhiri hidupnya, Ipda Juwahyudi mengatakan tidak ada yang mengetahui.

Namun berdasarkan keterangan pacar korban, yang bersangkutan sudah sempat beberapa kali mencoba bunuh diri, namun berhasil digagalkan.

"Informasi dari pacar korban, bahwa korban sering mengeluh mau mengakhiri hidupnya karena ada permasalahan pribadi, namun korban tidak mau menceritakan masalah apa yang dialaminya dan sebelumnya pacar korban pernah beberapa kali memergoki korban hendak gantung diri," ujarnya.

Kata dia, terakhir korban melakukan percobaan bunuh diri pada Rabu (23/8/2019) pukul 17.00 wita di TKP yang sama.

Selain itu sekitar lima bulan yang lalu korban juga pernah mencoba melakukan bunuh diri dengan cara mau menusukkan keris ke tubuhnya, namun berhasil dicegah oleh pacarnya. (Tribun-bali.com/I Wayan Eri Gunarta )

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Putu Antaro Sudah 4 Kali Dipergoki Pacar Saat Hendak Habisi Nyawanya, Kini Tewas di Pohon Sirsak

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved