Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Bukan Tempat Memanah? Begini Penjelasan Dosen Sejarah Makna Nama Stadion Manahan Solo

Stadion Manahan Solo terletak di kawasan Kelurahan Manahan yang memiliki sejarah yang panjang.

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Perawatan rumput di Stadion Manahan Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Stadion Manahan Solo terletak di kawasan Kelurahan Manahan yang memiliki sejarah yang panjang.

Dosen Sejarah, Universitas Sanata Dharma Yogya yang juga pendiri Solo Societeit Heri Priyatmoko mengatakan, asal muasal nama Manahan bukan bermula dari "tempat Memanah".

Heri menuturkan, Kasawan Manahan dahulu pernah disambangi Ki Ageng Pamanahan.

Dia adalah tokoh legendaris periode Mataram Islam awal.

"Tokoh itu sudah bercokol lama dan membuat semacam pondok (padepokan), yang menjadi cikal-bakal nama Depok," terang Heri.

Sementara itu, cerita Stadion Manahan sendiri tidak lepas dari nama Tien Soeharto dari keluarga Cendana dan Mangkunegaran Solo.

Stadion tersebut persembahan dari yayasan keluarga Cendana di era Presiden Soeharto.

Stadion Manahan digarap mulai tahun 1989-1998.

Amien Rais Minta Presiden Jokowi Batalkan Rencana Pindah Ibu Kota, Sebut Lebih Banyak Mudaratnya

Tawon Madu di Karanganyar Dimusnahkan, Sebelumnya Sering Sengat Anak-anak yang Bermain 

Demi Adopsi Betrand Peto, Ruben Onsu akan Gelar Prosesi Adat di NTT

"Kita paham bahwa ibu Tien masuk jaringan trah keluarga Mangkunegaran," papar Heri Priyatmoko pada TribunSolo.com, Selasa (3/9/2019).

"Tidak heran jika keluarga Cendana menaruh perhatian besar terhadap perkembangan arena olahraga warisan Praja Mangkunegaran itu," terang Heri.

Peresmian Stadion Manahan dilakukan pada 21 Februari 1998 oleh Presiden Soeharto.

Awalnya, Stadion Manahan adalah lokasi tempat berlatih memanah oleh keluarga bangsawan Mangkunegaran.

"Kerabat Mangkunegara dikenal gemar juga berburu binatang di alas yang berarti hutan Kethu, Wonogiri," papar Heri.

Seiring perkembangan waktu, Kawasan Stadion Manahan kemudian Semakin berkembang dari hanya lokasi memanah kemudian disulap menjadi lapangan balap kuda.

Heri mengatakan, cikal bakal pembangunan Stadion Manahan ini lantaran dulu Petinggi Mangkunegaran tidak mau kalah dengan Kasunanan dalam bidang memajukan olahraga dan ruang rekreasi di Taman Sriwedari.

"Petinggi Mangkunegaran bergegas menitahkan bawahannya membangun lapangan Manahan seluas mungkin untuk olahraga pacuan kuda dilengkapi tribune," papar Heri.

Kemudian seiring perkembangan Stadion Manahan mulai digarap mulai tahun 1989-1998 di Era Presiden Soeharto.

Pada dasaranya, taman Manahan berbentuk oval dan dikelilingi empat jalan yakni, Jl. Adi Sucipto, Jl. Mentri Soepomo, Jl. MT Haryana dan Jl. KS Tubun. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved