Berita Klaten Terbaru

Pelaku Perampokan Taksi Online di Klaten Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

Tersangka perampokan kepada taksi Online di Klaten yakni Icuk Cahyadi (37) terancam hukuman 9 tahun penjara.

Pelaku Perampokan Taksi Online di Klaten Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara
(THINKSTOCKPHOTOS)
Ilustrasi pelaku penusukan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Tersangka perampokan kepada taksi Online di Klaten, Jawa Tengah, yakni Icuk Cahyadi (37) terancam hukuman 9 tahun penjara.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah saat gelar perkara di Polres Klaten.

"Tersangka perampokan taksi online Icuk ini dikenai pasal 365 Jo 53 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun," kataya, Rabu (4/9/2019) siang

Namun, karena Icuk merupakan residivis, dirinya mendapatkan tambahan ancaman hukuman.

Ancaman hukuman akan ditambahkan sepertiga.

"Jadi contoh untuk ancaman 7 tahun misalnya bisa bertambah menjadi 9 tahun," katanya.

Dari hasil penangkapan, Polisi berhasil mengamankam 1 unit KBM Toyota Avanza Nomor Polisi AB 1143 KJ, warna hitam, tahun 2018.

Residivis yang Rampok & Coba Tusuk Driver Taksi Online di Klaten Baru Sehari Keluar dari Penjara

Pura-pura Jadi Penumpang, Residivis ini Rampok Driver Taksi Online di Klaten, Coba Tusuk Dada Korban

Penjelasan Dosen IAIN Surakarta Terkait Disertasi Hubungan Seks di Luar Nikah: Dalam Proses Revisi

Selain itu juga 1 buah pisau dapur dengan gagang wama coklat yang sudah dalam keadaan bengkok, masih ada noda darahnya, 1 buah kantong plastik warna biru dan 1 kertas pembungkus pisau.

Karena perbuatannya saat ini korban yang merupakan driver taksi online mengalami luka di tangan kanannga akibat pisau yang ditancapkan oleh pelaku.

Tersangka sendiri merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman di Wonogiri karena kasus penggelapan.

Pelaku juga baru saja bebas pada tanggal 17 Agustus 2019 namun keesokan harinya sudah melakukan tindakan perampokan.

Dicky membeberkan bahwa latar belakang pelaku melakukan perampokan adalah karena ingin pulang daerah asalnya di Malang.

"Dia ingin pulang ke Malang tapi tidak memiliki ongkos jadi akhirnya merampok," katanya.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved