LGBT Sudah Capai 1 Persen di Indonesia, ICMI Nilai Hal itu Sebagai Kondisi Darurat

Perilaku seksual menyimpang atau sejenis (LGBT) di Indonesia telah mencapai angka 1 persen di bawah Amerika dan Eropa.

LGBT Sudah Capai 1 Persen di Indonesia, ICMI Nilai Hal itu Sebagai Kondisi Darurat
TribunSolo.com/Agil Tri
Wakil Ketua Umum ICMI, Sri Astuti Buchari saat memberi sambutan dalam Seminar Nasional Waspadai LGBT di Gedung Auditorium Mohammad Djazman UMS, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perilaku seksual menyimpang atau sejenis (LGBT) di Indonesia telah mencapai angka 1 persen di bawah Amerika dan Eropa.

Wakil Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Sri Astuti Buchari memaparkan, kondisi hubungan perilaku seksual sejenis itu di Indonesia dinilai cukup memprihatinkan.

Dikatakan, di Amerika dan Eropa sudah 5 persen dari total jumlah penduduk yang terjangkit penyakit seksual akibat perilaku LGBT, sementara di Indonesia sudah mencapai 1 persen.

"Meski angkanya terlihat kecil, tetapi ini merupakan masalah yang besar dan darurat," ungkapnya saat seminar nasional di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (5/9/2019).

Sunmi Kerap Dihujat Mulai dari Isu LGBT hingga Tindakannya, Manajeman Ancam Laporkan Netizen Nyinyir

"Mengingat bahaya hubungan seksual sejenis, ancamannya tidak hanya menimbulkan penyakit, tetapi juga kematian," jelasnya.

Sri Astuti dalam seminar yang bertemakan 'Menyelamatkan Generasi Penerus Bangsa dari Malapetaka Moral pada Perilaku Menyimpang Hubungan Seksual Sejenis' itu melanjutkan, solusi yang bisa ditawarkan minimal ada tiga pendekatan.

Di antaranya pendekatan kesehatan, umum dan agama, serta hukum dan politik.

Kegiatan yang digelar ICMI dengan mengajak sejumlah kampus tidak untuk menghakimi, melainkan ingin memberi edukasi dan pendampingan bagi mereka yang terjangkiti LGBT.

"Kami dari ICMI bukan mau mengadili, tapi mau menolong siapapun yang sudah terkena penyakit, yaitu pendampingan dari dokter, pendidik, pakar hukum, politisi," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved