Orang Optimis Cenderung Panjang Umur, Ini Penjelasannya

Sebuah studi menemukan orang yang optimis cenderung akan hidup lebih lama daripada mereka yang tidak optimis.

Orang Optimis Cenderung Panjang Umur, Ini Penjelasannya
(Shutterstock)
Ilustrasi traveling

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah studi menemukan orang yang optimis cenderung akan hidup lebih lama daripada mereka yang tidak optimis.

Kesimpulan ini berasal dari penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 69.000 wanita berusia 58-86 tahun dan lebih dari 1.400 pria berusia 41 hingga 90 tahun.

Pada awal penelitian, partisipan (yang semuanya berada di Amerika Serikat) menjawab pertanyaan untuk mengukur seberapa besar optimisme mereka.

Seperti “saya berharap lebih banyak hal baik yang terjadi pada saya daripada hal buruk.”

Ditemukan bahwa orang-orang dengan tingkat optimisme 50-70 persen lebih mungkin untuk hidup sampai 85 tahun atau lebih, dibandingkan dengan yang tidak.

Bersaing dengan Mainan Modern, Sugiyarto Optimis Kerajinan Mainan Tradisionalnya Tetap Diminati

Terlebih lagi, orang yang paling optimis memiliki masa hidup rata-rata sekitar 11 persen hingga 15 persen lebih lama daripada yang tidak optimis.

Hal ini ditemukan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hubungan, termasuk apakah peserta memiliki kondisi seperti penyakit jantung atau kanker, atau mengalami depresi.

Optimisme dapat menumbuhkan kebiasan yang meningkatkan kesehatan dan resistensi terhadap impuls yang tidak sehat,” tulis para penulis dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, seperti dikutip dari Live Science.

Namun, penelitian ini hanya menemukan asosiasi saja dan tidak dapat ditemukan bahwa optimisme menyebabkan hidup lebih lama.

Kalian Para Pecinta Cokelat Hitam Patut Berbangga Karena Ini 11 Manfaatnya Bagi Kesehatan

Karena memang, studi ini melibatkan orang kulit putih dengan status sosial dan ekonomi tinggi.

Selain itu, penelitian ini juga tidak memperhitungkan semua faktor yang mempengaruhi tingkat optimisme seperti kehilangan pekerjaan atau ditinggalkan orang yang dicintai, yang juga mempengaruhi hasil.

Dan beberapa studi menunjukkan bahwa kegiatan seperti menulis singkat, meditasi atau terapi dapat meningkatkan optimisme seseorang.

Tapi dibutuhkan studi lebih lanjut untuk melihat apakah peningkatan optimisme berpengaruh kepada kesehatan baik untuk jangka pendek maupun panjang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingin Hidup Lebih Lama? Coba Jadi Orang Optimis"

Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved