Berita Sukoharjo Terbaru

Ketua PBSI Sukoharjo Sesalkan Penyataan KPAI yang Sebut PB Djarum Berunsur Eksploitasi Anak

Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sukoharjo, Agus Sumantri sesalkan pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ketua PBSI Sukoharjo Sesalkan Penyataan KPAI yang Sebut PB Djarum Berunsur Eksploitasi Anak
ISTIMEWA
Ribka Sugiyarto dan pasangan gandanya saat menjalani pertandingan semifinal Chinese Open 2019. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sukoharjo, Agus Sumantri sesalkan pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI menilai, dalam audisi PB Djarum terdapat unsur eksploitasi anak yang terselubung, karena mempromosikan merek rokok.

Namun hal berbeda diungkapkan Agus saat ditemui TribunSolo.com, usai acara rapat Paripurna istimewa pelantikan DPRD Sukoharjo, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, pembinaan jauh dari kata ekspoitasi anak.

"Menurut saya enggk, karena pembinaan olahraga dari usia dini," katanya.

Dia mengutarakan, jika pembinaan harus dimulai dari usia dia atas 20 tahun, maka akan sangat sulit menciptakam atlit yang berprestasi.

"Kalau pembinaan dari usia 20 tahun itu tidak mungkin."

"Tidak mungkin atlit tau-tau berprestasi, harus ada pembinaan yang dimulai dari dini dulu," imbuhnya.

Akibat Pencurian Meteran Air PUDAM di Karanganyar, Puluhan Liter Air Terbuang Sia-sia

Videonya Viral, Pria yang Salaman dan Cium Kaki Orang Papua Berikan Klarifikasi

Puluhan Meteran Air Pelanggan PUDAM di Karanganyar Disikat Pencuri

Dia mengaku resah atas konflik antara KPAI dengan PB Djarum Fondation ini, karena PB Djarum juga memberikan sumbangsihnya kepada atlit yang ada di Sukoharjo.

Diketahui ada enam atlit usia dibawah 15 tahun asal Sukoharjo yang mengikuti audisi PB Djarum ini.

"Saya sebagai ketua PBSI juga masa merasa resah, jika itu dikatakan eksploitasi," imbuhnya.

Agus Sumantri, memohon kepada KPAI untuk mengevaluasi kembali kebijakannya.

"Ya KPAI tolong tinjau lagi kebijakannya, lihat yang di daerah seperti apa perkembangannya," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved