Makam Kuno yang Tidak Ikut Ditenggelamkan Ketika Awal Waduk Gajah Mungkur Dioperasikan di Wonogiri

Sedikitnya terdapat lima makam kuno yang terlihat saat Waduk Gajah Mungkur (WGM) menyusut selama kemarau di wilayah Kecamatan Baturetno, Wonogiri

Makam Kuno yang Tidak Ikut Ditenggelamkan Ketika Awal Waduk Gajah Mungkur Dioperasikan di Wonogiri
TribunSolo.com/Agil Tri
Makam Kiai Zainal Ali, di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Minggu (8/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sedikitnya terdapat lima makam kuno yang terlihat saat Waduk Gajah Mungkur (WGM) menyusut selama kemarau di wilayah Kecamatan Baturetno, Wonogiri.

Dari penelusuran TribunSolo.com, lima makam kono itu dikenal dengan nama Ploso, Pulung, Sendang, Ngawen dan Wotan.

Menurut keterangan warga setempat, Widodo, selain itu terdapat ratusan hingga ribuan makam yang terpaksa ikut ditenggelamkan seiring dengan operasional Waduk Gajah Mungkur pada sekitar 1982 silam.

"Kalau ditotal mungkin ribuan ada, tapi tidak semua makam terlihat, dan sebagian lagi juga sudah rusak," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (8/9/2019).

Tak Hanya Satu, Ada 5 Makam Kuno di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Hanya Terlihat saat Musim Kemarau

Namun, ada dua makam yang tidak jauh dari ladang pertanian milik Widodo yang ternyata tidak ikut tenggelam.

Saat pembangunan proyek Waduk Gajah Mungkur pada tahun 1976, kedua makam itu direlokasi.

Dikatakan Widodo, makam tersebut merupakan makam pendiri Desa Ploso yang saat ini sudah lenyap, karena penduduknya telah direlokasi ke sejumlah wilayah di Sumatra.

Viral Makam Kuno Bermunculan di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

"Itu makam Kiai Zainal Ali dan istrinya, kata orang tua yang jadi cikal bakal Desa Ploso," terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sewaktu makam tersebut direlokosi ke wilayah yang tidak terkena genangan air Waduk Gajah Mungkur, tulang berulang dari jenazah Kiai Zainal Ali dalam keadaan utuh.

"Waktu direlokasi tulangnya masih utuh seperti kerangka dan masih rapi," imbuhnya.

Kedua makam tersebut kini bisa didatangi kapan saja, karena kedua makam tersebut tidak tenggelam oleh air. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved