FPB Sukoharjo Temui Bupati Sukoharjo, Minta UU Ketenagakerjaan Lebih Pro Buruh

Forum Peduli Buruh (FPB) Kabupaten Sukoharjo melakukan audiensi dengan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, di ruang rapat Bupati Sukoharjo.

FPB Sukoharjo Temui Bupati Sukoharjo, Minta UU Ketenagakerjaan Lebih Pro Buruh
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Ketua FPB Sukoharjo, Sukarno, saat wawancara seusai audiensi di Kantor Dinas Bupato Sukoharjo, Kamis (12/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Forum Peduli Buruh (FPB) Kabupaten Sukoharjo melakukan audiensi dengan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, di ruang rapat Bupati Sukoharjo, Kamis (12/9/2019).

Dalam audiensi tersebut, para perwakilan buruh meminta rancangan revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan untuk lebih mempertimbangkan kaum buruh.

Revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dianggap membenani kaum buruh, dan merampas hak mereka sebagai pekerja.

Menurut Ketua FPB Sukoharjo, Sukarno, UU tersebut perlu dilakukan pembahasan kembali, karena tenaga kontrak muncul dari UU ini.

Ratusan Buruh Karanganyar Demo Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

"Tidak ada pembahasan sama sekali, padahal saat ini sedang tren tenaga kerja kontrak muncul di semua lini industri," katanya.

Sistem kerja kontrak ini memang telah lama ditentang kaum buruh, karena sangat merugikan pekerja.

Selain itu, revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2013 jadi pembahasan karena menganulir beberapa poin mengenai cuti haid bagi pekerja wanita, dan masalah penghapusan pemberian pesangon.

"Penghapusan pemberian pesangon sangat tidak manusiawi, dan semakin menambah panjang daftar penderitaan rakyat pekerja, dan meningkatkan kemiskinan," jelasnya.

Dia dengan tegas menolak UU tersebut bilamana revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2013 merugikan kaum buruh.

Mereka meminta Bupati bisa meneruskan kajian tersebut ke pusat, agar menjadi pertimbangan. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved