Berita Solo Terbaru
Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo Sabet Juara 3 Male Qiang Shu Junior C
Siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta kembali menelurkan prestasi.
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Garudea Prabawati
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta kembali menelurkan prestasi.
Dia adalah Reifan Al-Fattii Cahyadewa yang berhasil menyabet juara 3 Male Qiang Shu Junior C pada Kejuaraan Wushu tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Refian pada wartawan mengungkapkan usaha untuk dia bisa memenangkan pertandingan demi pertandingan.
Walaupun akhirnya hanya menduduki posisi ke-tiga namun dirinya tetap bangga.
Refian berhasil mengalahkan peserta dari Semarang, Yogyakarta, dan kota yang lain.
Dia juga tergabung dalam atlet binaan Sasana Wushu PMS mampu menunjukkan kebolehan dalam jurus qiang shu di hadapan dewan juri.
Penilaian lomba seni bela diri wushu berdasarkan kostum, kuda-kuda, tenaga, dan kerapian gerakan.
"Ada 5 peserta dari Semarang, Yogyakarta, Kendal, dan sekitarnya yang menjadi lawan saya," papar Refian.
Refian berhasil menang lantaran disiplin berlatih.
"Latihan setiap tiga minggu sekali yaitu Selasa, Rabu, dan Jumat di gedung PMS setiap sore hari seusai sekolah," papar Refian.
Dia berlarih sejak kelas 4 SD sampai saat ini dia terus dan makin mencintai olah raga tersebut.
• Tiga Desa Ini Jadi Prioritas Pengamanan Saat Pilkades 11 Desa di Sukoharjo, Ada Titik Kerawanan
• Orang Tua Atlet PB Djarum Klaten Kecewa Pergantian Nama Brand
• Kebakaran di Gunung Merbabu Membesar, Jalur Pendakian Steril
Putra dari Nur Cahyo dan Kencana Dewi Lila Sahara ini pun mengaku sudah menguasai 5 jurus seni bela diri wushu.
Jurus yang sudah dikuasai antara lain jurus qiang shu (jurus seni tombak), taiji (seni dengan gerakan lambat), nan jian (seni dengan tangan kosong atau tanpa alat), jian shu (seni bela diri menggunakan pedang), dan jian jen (seni dengan tangan kosong).
Refian menambahkan, kesukaan berlatih wushu karena seni bela diri ini sangatlah seru dan banyak jurusnya.
"Olah raga bela diri wushu ini menambah kesehatan tubuh dan meningkatkan fokus atau konsentrasi," bebernya.
Menurut remaja yang bercita-cita menjadi arsitektur, hal yang susah dalam latihan olah raga ini adalah kuda-kuda.
"Kuda-kudanya lebih rendah dan membutuhkan tenaga ekstra," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/reifan-al-fattii-cahyadewa.jpg)