Ambil DNA Jenazah Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah di Sukoharjo, Polisi Masih Terus Memburu Pelaku

Satreskrim Polres Sukoharjo terus memburu orangtua bayi laki-laki yang dibuang di tempat sampah di kawasan Kelurahan Bulakrejo, Sukoharjo.

Ambil DNA Jenazah Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah di Sukoharjo, Polisi Masih Terus Memburu Pelaku
ISTIMEWA
Penemuan mayat bayi di tempat sampah di kawasan Kelurahan Bulakrejo, Sukoharjo, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Satreskrim Polres Sukoharjo terus memburu orangtua bayi laki-laki yang membuang buah hatinya di tempat sampah sehingga ditemukan warga dalam kondisi meninggal di kawasan Kelurahan Bulakrejo, Sukoharjo.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, pengambilan DNA jenazah bayi laki-laki sudah dilakukan untuk mencocokkan dengan orangtuanya.

"Pengambilan untuk uji banding DNA, jika orangtua yang kami buru tertangkap," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Jumat (13/9/2019).

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Bulakrejo Sukoharjo, Dibalut Kain Selendang

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menemukan kertas ujian dari salah satu perguruan tinggi di Solo yang ditemukan di lokasi kejadian.

Untuk mendalami barang bukti tersebut, pihaknya mengaku telah berkoordinadi dengan perguruan tinggi yang bersangkutan.

"Kita sudah periksa semua mahasiswi di kampus tersebut," ungkap dia.

"Tapi belum ada tanda-tanda mahasiswi yang habis melahirkan," jelasnya menegaskan.

Bayi Mungil Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya, Kondisinya Masih Hidup saat Ditemukan Warga

Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan oleh warga saat hendak membakar sampah di depan rumahnya pada Kamis (5/9/2019).

Bayi tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa yang dibungkus dengan kain selendang, kemudian dimasukan ke dalam plastik dan dimasukan ke dalam kardus.

Dari hasil pemeriksaan forensik, bayi itu diketahui meninggal sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan.

"Dia lahir pada usia 8 sampai 9 bulan kandungan dalam keadaan hidup, tanpa bantuan medis," jelasnya.

"Meninggalnya diduga ada pendarahan di kepala," aku dia.

Saat ini, jenazah bayi laki-laki itu masih berada di rumah sakit Moewardi Surakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved