Berita Boyolali Terbaru

Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Berpotensi Ganggu Distribusi Mata Air

Kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Merbabu sejak Kamis (12/9/2019) berpotensi menganggu distribusi air ke masyarakat.

Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Berpotensi Ganggu Distribusi Mata Air
Istimewa
Proses pemadaman kebakaran hutan di puncak Gunung Merbabu oleh tim relawan, Sabtu (14/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Merbabu sejak Kamis (12/9/2019) berpotensi menganggu distribusi air ke masyarakat.

“Kebakaran hutan ini menganggu distribusi air dari sumber mata air ke masyarakat,” kata Kasubbag Tata Usaha (TU) BTNG Merbabu, Johan Setiawan, Sabtu (14/9/2019) siang.

Terdapat 3 sumber air yang terganggu yakni Tuk Teyeng, jalur Pakis, Desa Gondangsari, Tuk Klanting, jalur Kopeng di Desa Tajuk dan Tuk Sipendok, jalur Ampel, Desa Ngagrong dan Candisari.

“Sedangkan untuk desa yang terdampak langsung dari akibat terbakarnya pipa air yaitu Desa Gondangsari, Desa Tajuk, Desa Ngagrong dan Desa Candisari,” katanya.

Alternatif Tongkrongan Solo: Warung Wedhus Mabur, Empuknya Sate Kambing Menggoyang Lidah

Bos PT KAS Pelaku Penipuan Investasi Bodong di Klaten Dinilai Kooperatif Selama Pemeriksaan

Namun warga sendiri masih memiliki cadangan air selain mengandalkan sumber mata air tersebut.

Jumlah total personil yang dikerahkan lebih dari 750 orang yang bersiaga di 5 (lima) posko lapangan serta satu posko di kantor Balai.

Relawan menggunakan gepyok saat pemadaman kebakaran hutan di Gunung Merbabu, Boyolali, Sabtu (14/9/2019).
Relawan menggunakan gepyok saat pemadaman kebakaran hutan di Gunung Merbabu, Boyolali, Sabtu (14/9/2019). (Istimewa)

Yakni kantor Balai Aampel/basecamp rempala, Kopeng/basecamp thekelan, Pakis/basecamp kedakan, Wonolelo/basecamp suwanting, dan posko resort Selo.

Kapolda Jateng Sebut Lokasi Ledakan di Mako Brimob Terpisah dengan Gudang Senjata

Hingga hari ini, Sabtu (14/9/2019) kebakaran yang terjadi di gunung Merbabu masih meluas hingga 260 hektar.

Sedangkan untuk upaya pemadaman dilakukan secara manual untuk melokalisir terjadinya kebakaran yang lebih meluas.

Lokasi terjadinya kebakaran merupakan lereng dan punggungan yang sulit dijangkau, serta sulit air.

Untuk menjangkau air, petugas harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari dusun terdekat.

Sehingga, petugas hanya menggunakan alat berupa gepyok, sabit, cangkul, parang, jet shooter serta peralatan lain yang mendukung. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved