Berita Sukoharjo Terbaru

Ratusan Siswa SMA di Sukoharjo dapat Sosialisasi tentang Seksualitas Remaja dan Pacaran Sehat

(DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo menngelar sosialisasi pacaran sehat dan Sexualitas terhadap remaja.

Ratusan Siswa SMA di Sukoharjo dapat Sosialisasi tentang Seksualitas Remaja dan Pacaran Sehat
SHUTTERSTOCK
Pendidikan seks anak harus dimulai sejak dini.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo menngelar sosialisasi pacaran sehat dan Sexualitas terhadap remaja.

Sosialisasi diikuti sekitar 700 siswa SMA/sederajar yang ada di Kabupaten Sukoharjo, di Pendopo GSP Setda Sukoharjo, Jumat (13/9/2019).

TP PKK kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani, mengungkapkan, memasuki kehidupan berkeluarga, tentunya memerlukan persiapan yang matang dari setiap pasangan. 

"Mempersiapkan pribadi yang matang sangat diperlukan dalam membangun keluarga yang harmonis," katanya.

Dia menambahkan, hal itu dapat dilakukan melalui penanaman nilai-nilai moral dengan melaksanakan 8 fungsi keluarga yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih dan sayang, perlindungan reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan. 

Kebakaran Hutan Gunung Merbabu, Pengamat UNS Solo Dorong Pembangunan Sekat Kanal 

Gara-gara Tertawa Keras, Mulut Wanita Ini Tak Bisa Ditutup & Terus Keluarkan Air Liur

Usai Makan Bakso, 94 Santriwati di Nglegok Blitar Ini Keracunan Hingga Harus Dirawat

Epsilon Dewanto menambahakan, pendidikan seks bukan semata-mata bicara tentang anatomi tubuh manusia laki-laki maupun perempuan. 

Melainkan juga tentang kesehatan reproduksi. Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi menurutbnya, tidak bisa dilakukan di dalam kelas serta harus berbasis sekolah. 

"Kesehatan reproduksi yang komprehensif menurutnya, dipengaruhi oleh aspek medis/biologis, aspek sosial budaya, aspek politik dan aspek ekonomi," jelasnya.

Pendidikan seks harus disampaikan orang tua kepada anak-anak mereka sejak dini atau paling tidak ketika remaja memasuki masa pubertas. 

"Hal ini untuk menghindari pencarian informasi tentang seks yang tidak tepat dan menjerumuskan," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved