Perawatan Bangunan Bekas Keraton Kartasura Sukoharjo Diklaim Karena Kurang Anggaran

Benteng Keraton Kartasura di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo yang mengalami kerusakan dikeluhkan oleh Paguyuban Sejarawan Ngayogyakarta Hadiningrat .

Perawatan Bangunan Bekas Keraton Kartasura Sukoharjo Diklaim Karena Kurang Anggaran
TribunSolo.com/Agil Tri
Sejumlah orang yang tergabung dalam Paguyuban Sejarawan Ngayogyakarta Hadiningrat mengunjungi bangunan bekas Keraton Kartasura, Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Benteng Keraton Kartasura di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo yang mengalami kerusakan dikeluhkan oleh Paguyuban Sejarawan Ngayogyakarta Hadiningrat asal Yogyakarta.

Mereka melihat, bangunan bersejarah itu dalam keadaan yang tidak terawat.

Namun menurut Juru Kunci Keraton Kartasura, Surya Hastana Hadi Projonagaro, perawatan Keraton Kartasura itu kurang maksimal karena kurangnya anggaran.

"Kalau untuk perawatan sudah dilakukan, namun secara sederhana mengingat tidak adanya anggaran," katanya kepada TribunSolo.com, pada Sabtu (14/9/2019).

Menurutnya pelestarian untuk mengangkat kembali pamor Keraton Kartasura sebenarnya terus dilakukan.

Seperti lewat Hamengeti Ambar Warso Hadeging Keraton Kartasura Kaping 339 pada tahun 2019 ini.

Sementara untuk pelestarian Keraton Kartasura terus dilakukan dengan adanya berbagai kegiatan di area bekas Keraton Kartasura itu.

"Berbagai acara sering digelar, seperti pameran pusaka," aku dia.

Sejarawan Yogyakarta Akan Gandeng BPCB untuk Lestarikan Benteng Keraton Kartasura di Sukoharjo

"Kami juga mengapresiasi adanya Komunitas Sejarah Arab dari Mahasiswa IAIN yang peduli dan mencoba mengangkat kembali keraton lewat diskusi dan menelusuri keraton," jelasnya.

Saat ini, peninggalan keraton yang masih tersisa hanya benteng Sri Magenti atau bagian dalam.

"Memang masih ada benteng bagian luar atau Baluwarti, tapi hanya tersisa kurang lebih 100 meter saja," imbuhnya.

Semua peninggalan di dalam Keraton Kartasura saat ini digunakan untuk makam.

Salah satunya adalah makam peninggalan keraton itu makam Sedah Mirah Garwo Ampil PB IX. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved