Berita Terbaru Solo

Persis Solo Akan Kenalkan Manajemen Baru, Perwakilan Wali Kota Solo Sayangkan Tak Diajak Komunikasi

Perwakilan Wali Kota Solo yang ditunjuk untuk mengurus negosiasi Her Suprabu menyayangkan langkah perkenalan manajemen baru, karena tidak dilibatkan

Persis Solo Akan Kenalkan Manajemen Baru, Perwakilan Wali Kota Solo Sayangkan Tak Diajak Komunikasi
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Her Suprabu. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Adi Surya

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perwakilan Wali Kota Solo yang ditunjuk untuk mengurus negosiasi dengan PT Syahdana Property Nusantara (SPN) Her Suprabu menyayangkan langkah perkenalan manajemen baru yang dilakukan PT Persis Solo Saestu (PSS).

Menurut Her Suprabu, langkah itu memperlihatkan PT PSS berjalan sendiri tanpa koordinasi terlebih dulu dengan pemegang 10 persen saham, khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

"Jika mereka mengambil langkah semacam itu, berarti mereka sudah menganggap 10 persen tidak ada dan meninggalkan Pemkot," terang pria yang akrab disapa Her itu kepada TribunSolo.com, Minggu (15/9/2019).

BREAKING NEWS : Persis Solo Akan Umumkan Manajemen Baru di Hotel Alila Solo Malam Ini

"Pertanyaannya kalo langkah seperti itu apa akan membawa Persis Solo jadi lebih baik," terang dia.

Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu menjelaskan, PT PSS belum pernah mengajak Pemkot Solo untuk membahas peralihan manajemen Persis Solo.

"Terakhir memang ada pertemuan antara PT PSS dengan Pemkot Solo, namun itu tidak membahas tentang pelepasan saham," kata Her.

"MoU (perjanjian kerjasama) kan sudah jelas terkait pelepasan saham harus seizin kita," imbuhnya.

Her menambahkan, dalam MoU yang telah disepakati, pihak PT PSS harus menawarkan terlebih dahulu saham yang dilepas (saham milik PT SPN) ke pemegang saham lama.

Manajemen Baru Persis Solo Diminta Bisa Bertemu dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo

"Baru boleh dilepas ke pihak ke tiga, namun sampai saat ini kami belum pernah secara formal ditawari, baik dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun secara tertulis," tutur Her.

"Sudah tiga tahun terakhir, pemegang saham 10 persen tidak pernah di undang RUPS," imbuhnya.

Her mengharapkan, setiap langkah yang diambil PT PSS harus sesuai dengan MoU.

"Ini bukan semata soal jual beli saham, tetapi lebih kepada kesepakatan kemitraan strategis untuk mengembalikan kejayaan Persis Solo," tutur Her.

"Ke depannya, kita juga berharap pihak pengelola Persis bisa seiring sejalan dengan pemkot dan stakeholder lainnya," imbuhnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved