Berita Viral Sragen

Cerita Jumadi dari Sragen Tak Mampu Bayar Hutang, Rumahnya Ditunggu Rentenir hingga Larut Malam

Memprihatinkan sekali nasib Jumadi (49) warga asal Dukuh Doyong RT 6, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen yang rumahnya ditunggu rentenir hingga malam

Cerita Jumadi dari Sragen Tak Mampu Bayar Hutang, Rumahnya Ditunggu Rentenir hingga Larut Malam
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Jumadi (49) warga Kecamatan Miri Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang ingin menjual rumahnya akibat terlilit hutang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Memprihatinkan sekali nasib Jumadi (49) warga asal Dukuh Doyong RT 6, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen yang rumahnya sering ditunggu rentenir hingga larut malam karena tidak mampu membayar hutang.

Pasalnya tak hanya satu rentenir yang datang ke rumahnya, namun ada puluhan rentenir yang melakukan penagihan hutang.

Karena pusing, pria tersebut kemudian viral akibat menempelkan papan di depan rumah bertuliskan 'Rumah ini dijual cepat karena terlilit hutang bank titil hub 081398215333'.

Menurut Jumadi, jika ditotal semua hutangnya menembus Rp 50 juta termasuk bank titil dan para tetangganya.

Viral Warga Sragen Terlilit Hutang, Setiap Hari Didatangi Banyak Rentenir Hingga Nekat Jual Rumah

"Kalau nggak salah ada 15 sampai 20 rentenir yang memberikan pinjaman," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (16/9/2019).

Setiap harinya Jumadi harus membayar angsuran hutangnya sebesar Rp 25 ribu, Rp 39 ribu, dan Rp 52 ribu.

"Setiap bank titil beda angsurannya ada yang Rp 25 ribu sampai Rp 50 lebih," bebernya.

Hutang Menumpuk Terjerat Rentenir Membuat Pria Asal Miri Sragen Juga Menderita Berbagai Penyakit

Jika Jumadi tak mampu membayar hutangnya, para rentenir akan menunggu sampai larut malam.

Bahkan kondisi ini membuat para tetangganya pun ikut prihatin.

Di antaranya Sularsi (57) tetangga yang tinggal di depan rumah Jumadi.

Dirinya merasa kasihan dengan kondisi yang dialami oleh Jumadi namun tak bisa berbuat apa-apa.

"Kasihan tapi mau gimana lagi kami nggak bisa bantu," akunya.

"Rentenir datang terus kadang nunggu sampai larut malam," jelas dia menegaskan. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved