Kebakaran Hutan di Kalimantan, Gubernur Kalbar Sutarmidji Ajak Warga Berdoa kepada Tuhan Minta Hujan

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, penanganan karhutla sudah dilakukan maksimal.

Kebakaran Hutan di Kalimantan, Gubernur Kalbar Sutarmidji Ajak Warga Berdoa kepada Tuhan Minta Hujan
ANTARA FOTO/RONY MUHARRMAN
ILUSTRASI - Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu 

TRIBUNSOLO.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih terus terjadi.

Berdasarkan situs Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Selasa (17/9/2019), terpantau 629 titik panas di Kalbar.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, penanganan karhutla sudah dilakukan maksimal.

Baik berupa pemadaman di wilayah darat maupun melalui udara.

Namun, hasilnya belum maksimal.

"Segenap upaya sebagai makhluk sudah diupayakan untuk menghentikan karhutla. Pemadaman dari darat dan udara dilakukan, tapi hasilnya belum maksimal," kata Midji, Selasa sore.

Jokowi Marah saat Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan: Sudah Saya Ingatkan Berkali-kali

Menurut dia, sudah saatnya seluruh masyarakat Kalbar berdoa kepada Tuhan untuk meminta diturunkan hujan.

Karena dinilai, hanya hujan yang dapat menghentikan karhutla dengan efektif.

"Rabu besok, pukul 08.00 WIB, akan dilaksanakan shalat istisqa di halaman Kantor Gubernur. Silakan kalau ada yang mau ikut," ucapnya.

Panglima TNI Sebut Karhutla Merupakan Tanggung Jawab Semua Pihak

Sebelumnya, dampak karhutla yang menyebabkan terjadinya kabut asap telah menyentuh semua lini masyarakat.

Selain Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak yang sempat lumpuh, ribuan warga juga tercatat menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gubernur Kalbar: Pemadaman Karhutla Sudah Maksimal, Saatnya Minta Tuhan Turunkan Hujan"
Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved