Mendagri Akui Tak Berwewenang Beri Sanksi Gubernur Riau yang Pergi Dinas ke Thailand

Mendagri, Tjahjo Kumolo, mengaku tak punya kewenangan terkait Gubernur Riau, Syamsuar, yang pergi dinas ke Thailand saat Riau dilanda kabut asap.

Mendagri Akui Tak Berwewenang Beri Sanksi Gubernur Riau yang Pergi Dinas ke Thailand
Rina Ayu/Tribunnews.com
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan pihaknya tak memiliki kewenangan memanggil, memberi peringatan atau memberi sanksi Gubernur Riau, Syamsuar, yang pergi dinas ke Thailand saat Riau tengah tercekik pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Bahkan Syamsuar juga diketahui tak hadir dalam rapat koordinasi Satgas (Satuan Tugas) Karhutla di Landasan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Tjahjo mengatakan pihaknya hanya berwenang mengingatkan yang bersangkutan sebagai pemimpin wilayah otonom Provinsi Riau yang dipilih oleh masyarakat Riau.

“Itu sudah kami catat dan kami sampaikan kenapa tidak hadir, kami hanya berwenang mengingatkan sebagai upaya membentuk tata kelola antara pemerintahan pusat dan daerah."

"Kemendagri juga tak bisa memberi sanksi karena itu wilayah otonom dan yang bersangkutan dipilih oleh rakyatnya,” ungkap Tjahjo di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (17/9/2019).

Ini Penjelasan Humas soal Viral Unggahan Gubernur Riau Plesiran ke Thailand saat Bencana Kabut Asap

Pria kelahiran Semarang itu juga menegaskan Kemendagri sudah melakukan langkah antisipatif sejak lama yaitu dengan memanfaatkan kewenangan untuk mengingatkan agar ada anggaran prioritas pencegahan dan penanganan bencana pada APBD masing-masing daerah.

Tjahjo tak menampik bahwa dirinya menyayangkan kepergian Gubernur Riau saat daerahnya terpapar bencana asap Karhutla.

Karena dirinya mengaku sudah sejak sebulan lalu keluarkan radiogram agar kepala daerah bertindak sebagai ketua satgas dan penanggung jawab atas apa yang terjadi di daerah.

“Radiogram itu sudah kami sampaikan sejak sebulan lalu agar kepala daerah berkoordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, dan lain-lain untuk memetakan potensi bencana karhutla, kemudian menganggarkan semampunya untuk melakukan tindakan pencegahan dan tindakan, kalau tidak bisa baru naik ke Provinsi, kalau sudah darurat baru ke BNPB di pusat.”

“Jadi kalau ada apa-apa bisa dikerjakan sendiri dan tidak bergantung pada pusat. Jangan sampai gubernur atau wakil gubernur, dua-duanya tak ada saat bencana terjadi, minimal satu tetap di daerahnya."

"Ingat kepala daerah bertindak sebagai ketua satgas dan penanggung jawab apa yang terjadi di daerah,” pungkasnya.

Sebelumnya keberadaan Gubernur Riau, Syamsuar, dipertanyakan saat tak menghadiri salat minta hujan yang diikuti banyak masyarakat Pekanbaru di Kantor Gubernur Riau agar asap akibat dari Karhutla berkurang.

Tapi Gubernur Riau lebih memilih berdinas ke Thailand menghadiri pertemuan IMT GT.  (Tribunnews.com/Rizal Bomantama)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Gubernur Riau di Luar Negeri Saat Terjadi Kebakaran Hutan, Ini Tanggapan Mendagri"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved