Pembuatan DED Pengolahan Limbah Alkohol di Polokarto dan Mojolaban Sukoharjo Terkendala Data

DLH Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan sejumlah instansi terkait untuk membahas limbah etanol atau alkohol di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban.

Pembuatan DED Pengolahan Limbah Alkohol di Polokarto dan Mojolaban Sukoharjo Terkendala Data
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Sungai samin terlihat hitam dan tercemar, Sukoharjo, Senin (29/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan sejumlah instansi terkait untuk membahas limbah etanol atau alkohol di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban.

Sejumlah instansi yang yang dikumpulkan di antaranya Perumda Air Minum Solo, Balai Besar Bengawan Solo, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, DLH Sukoharjo, Disperindag UKM Sukoharjo.

Serta Camat Mojolaban dan Polokarto, dan Kepala Desa Karangwungi, Bogel, Bakalan hingga Ngombakan.

Menurut Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Sukoharjo, Suyatman, ada beberapa kendala dalam pembuatan Design Engineering Detail (DED) untuk pengolahan limbah alkohol di Polokarto dan Mojolaban itu.

Anggaran Pembuatan DED untuk Pembuatan IPAL Limbah Alkohol Disetujui Bupati Sukoharjo

"Dari kita memaparkan jika uji sempel air, saat musim penghujan tidak ada malah, masih dibawah baku mutu," jelasnya kepada TribunSolo.com, Selasa (17/9/2019).

"Untuk musim kemarau ini, kami baru mengambil sempelnya, yang hasilnya baru keluar dua minggu lagi," aku dia menegaskan.

Dia menjelaskan, pengajuan DED yang telah disetujui Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya belum bisa segera dirancang karena data jumlah pengrajin dari Dinas Perizinan, Dinas Perindustrian dan paguyuban tidak cocok.

Usai Adanya Sungai yang Tercemar Alkohol di Sukoharjo, DLH Sukoharjo Upayakan IPAL Industri

"Jumlah pengrajin alkohol itu masih simpang siur, jadi didata ulang dulu, untuk pengrajin di Polokarto berapa di Mojolaban berapa," paparnya.

"Berapa jumlah produksinya, dan berapa jumlah pembuangan limbahnya, harus jelas dulu, data tersebut merupakan dasar untuk pembuatan DED," katanya menegaskan.

Untuk mengejar data tersebut, ditargetkan akan selesai pada akhir September ini, sehingga pembuatan DED bisa segera dilakukan.

DED pengolahan limbah etanol ini menelan dana hingga Rp 100 juta, yang diambil dari APBD perubahan Sukoharjo.

"Kami targetkan DED pada akhir tahun ini sudah selesai," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved