Berita Klaten Terbaru

Tujuh Desa di Klaten Prioritas Rawan Keamanan Saat Pilkades Serentak Periode III

Menjelang Pilkades Serentak Periode III 2019, pihak Polres Klaten telah memetakan beberapa desa yang rawan keamanan.

Tayang:
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Garudea Prabawati
TribunSolo.com/Ryantono
Ilustrasi: Warga Desa Tempursari, Sambi melakukan proses Pilkades E - Voting di Boyolali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Menjelang Pilkades Serentak Periode III 2019, pihak Polres Klaten telah memetakan beberapa desa yang rawan keamanan.

Tercatat ada 7 desa yang rawan keamanan.

Sedangkan ada total 77 desa dari 24 kecamatan yang mengikuti Pilkades Serentak Klaten Periode III.

"Sejauh ini diperkirakan rawan trjdinya aksi premanisme ada di 7 desa tersebut," kata Kasatintel Polres Klaten, Iptu Panaji Suryo Saputro kepada Tribunsolo.com, Kamis (19/9/2019) siang.

Ketujuh desa tersebut yakni Desa Ceporan Kecamatan Gantiwarno, Desa Jimbung Kecamatan Kalikotes, Desa Dlimas Kecamatan Ceper, Desa Banaran Kecamatan Delanggu.

Kisah Desa Penari Tayub Gunungkidul, Hampir Punah & Hanya Tersisa 3 Penari yang Sudah Berusia Senja

Selain itu juga Desa Tegalrejo Kecamatan Bayat, Desa Bandungan Kecamatan Jatinom dan Desa Gadungan Kecamatan Wedi.

"Beberapa indikasi rawan yakni adanya keterlibatan premanisme dalam dukungannya di bakal calon kades," katanya.

Selain keterlibatan premanisme, Iptu Panaji juga membeberkan kemungkingan adanya money politik hingga isu sara.

"Kami juga mewaspadai timbulnya konflik ke arah penganiayaan dan pengrusakan," katanya.

BREAKING NEWS : Pagi Ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Terima Gelar Honoris Causa UNS Solo

Ivan Gunawan Salahkan Nikita Mirzani setelah Kabarkan Kondisinya sedang Sakit

"Dengan melihat perkembangan situasi pilkades saat ini, diprediksi bahwa dalam pelaksanaan Pilkades Serentak Gelombang III Tahun 2019 dapat berjalan kondusif," katanya.

Hal tersebut karena mengacu Pilkades Gelombang I dan Gelombang II berjalan cukup kondusif.

Namun Iptu Panaji membeberka bahwa antisipasi terhadap segala kemungkinan tetap harus dipersiapkan, sesuai dengan pemetaan tingkat kerawanan di desa yang melaksanakan Pilkades tersebut.

Salah satunya adalah dengan adanya Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang diadakan di setiap kecamatan di Kabupaten Klaten.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved