Cegah Karhutla Kembali, Lahan Bekas kebakaran di Kalimantan Akan Ditanami Ubi Kayu

Pihaknya telah memetakan, sedikitnya 182 desa di Kalbar berada di kawasan gambut dan rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Cegah Karhutla Kembali, Lahan Bekas kebakaran di Kalimantan Akan Ditanami Ubi Kayu
Kompas.com/Istimewa
Tangkapan layar video kebakaran hutan dan lahan di Jalan Pelang-Tumbang Titi, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hingga Minggu (18/8/2019) malam. 

TRIBUNSOLO.COM - Demi mencegah kembali adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kalimantan Barat Heronimus Hero akan memberikan program-program sesuai dengan kebutuhan seperti penanaman ubi kayu dan nanas di lahan gambut.

Pihaknya telah memetakan, sedikitnya 182 desa di Kalbar berada di kawasan gambut dan rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut dia, pada umumnya, lahan pertanian yang terbakar merupakan lahan yang tidak produktif. Oleh karena itu, lahan harus dibuat produktif salah satunya dengan ditanami.

Chor Gitar dan Lirik Lagu To Be With You Dari Band Mr Big

Chord Gitar Dan Lirik Lagu Smooth Dari Santana Featuring Rob Thomas

"Selain itu juga, kami pasti akan melakukan pembinaan terus, lewat penyuluh, supaya semakin mengubah pola pikir masyarakat ke pertanian menetap," kata Hero, Jumat (20/9/2019).

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat seperti menjadi rutinitas tahunan. Oleh karena itu, penting dibuat kebijakan terobosan dari seluruh sektor untuk melakukan penanggulangan seperti pada lahan pertanian pangan.

Hero menilai, lahan pertanian pangan di Kalbar yang terbakar di tahun ini tidak besar.

Dia mengatakan salah satu penyebab adanya kebakaran di lahan pertanian adalah masih minimnya saluran air mikro, seperti parit-parit kecil.

"Itu penting sekali untuk menjaga tanah agar tetap basah. Maka dari itu, fokus ke depan adalah bagaimana membuat parit-parit di sawah, yang jadi wadah mendukung pertanian," ucapnya.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kalbar saat ini tengah mempersiapkan aplikasi berbasis android bernama Go Farm.

Salah satu fungsi aplikasi itu adalah akan menerima usulan dari masyarakat petani yang berkaitan dengan kebutuhan mereka.

Halaman
12
Editor: Eka Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved