Pilkada Solo
Nama Dicatut dalam Spanduk 'Gibran Pemimpinku', Komunitas Bikers Solo Protes, Berikut Penjelasannya
Komunitas Bikers Solo protes karena nama klub motornya dicatut dalam spanduk 'Gibran Pemimpinku' yang terpasang di Jalan RM Said Solo
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komunitas Bikers (Kombi) Solo protes karena nama klub motornya dicatut dalam spanduk 'Gibran Pemimpinku' yang terpasang di Jalan RM Said, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Wakil Ketua Kombi Solo, Imam Nur Cahyo mengaku terkejut nama komunitasnya dipakai tanpa izin dalam spanduk yang menampilkan sosok anak Presiden, Joko Widodo (Jokowi) yang digadang-gadang akan maju dalam Pilkada Solo 2020.
"Waduh, kok ada nama komunitas kami," aku dia terheran-heran saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Minggu (22/9/2019).
• Terus Bermunculan, Spanduk Gibran Pemimpinku Ada di Penjuru Solo, Semakin Kuat Maju Pilkada 2020?
"Itu sebenarnya bukan atas nama Kombi Solo, kami sama sekali tidak membuatnya," jelasnya menegaskan.
Cahyo lantas menceritakan, ada seseorang bernama Gita dari komunitas pengendara asal Kabupaten Banjarnegara, One Brutale Big Bro menghubungi komunitasnya.
"Kami tiba-tiba dihubungi melalui aplikasi WhatsApp (WA) sekitar empat hari lalu," terang Cahyo.
"Lalu, kami diajak Gita minum kopi bersama," imbuhnya.
• Spanduk Gibran Pemimpinku Bertebaran Jelang Pilkada Solo 2020, Ini Tanggapan Keluarga Besar Jokowi
Di dalam ajakan itu lanjut Cahyo, Gita tidak mengutarakan secara jelas tujuannya.
"Ia tidak mengutarakan dengan jelas pertemuan itu akan membahas soal apa, termasuk soal dukungan kepada Gibran," papar Cahyo.
"Sampai detik ini, kami bahkan belum bertemu dengannya (Gita)," kata dia membeberkan.
• Spanduk Gibran Anak Jokowi Bermunculan, Ini Tanggapan Wali Kota yang Juga Ketua DPC PDIP Solo
Lebih lanjut Cahyo kemudian menuturkan, Gita mengirimkan sebuah gambar pada pesan WA terakhirnya.
"Itupun langsung dihapus, jadi tidak sempat saya simpan," ungkap Cahyo.
Cahyo berharap pihak-pihak yang ingin menggunakan nama Kombi Solo lebih baik meminta izin terlebih dulu.
"Setidaknya tidak langsung mencantumkan nama Kombi Solo, tanpa seizin kami," harap Cahyo.
"Apalagi jika untuk hal negatif, otomatis kan kami yang rugi," ujar dia mengakhiri ceritanya. (*)