Kapolri Tito Karnavian Tuding Ada Kelompok yang Lagi 'Caper' dengan PBB Lewat Kerusuhan di Wamena

Tito menduga, ada kesengajaan untuk memunculkan isu pelanggaran HAM terhadap masyarakat Papua, di tengah pelaksanaan sidang PBB tersebut.

Kapolri Tito Karnavian Tuding Ada Kelompok yang Lagi 'Caper' dengan PBB Lewat Kerusuhan di Wamena
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/1/2018) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkap, kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), tak lepas dari agenda United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) pimpinan Benny Wenda.

Menurut Tito, Benny dan kelompoknya ingin kerusuhan di Wamena menajdi perhatian pada momen sidang Komisi Tinggi HAM dan sidang Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa ( PBB) yang sedang berlangsung di New York, Amerika Serikat.

Tito menduga, ada kesengajaan untuk memunculkan isu pelanggaran HAM terhadap masyarakat Papua, di tengah pelaksanaan sidang PBB tersebut.

"Ada upaya-upaya dari pihak yang berada di luar negeri, yaitu kelompok ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) pimpinan Benny Wenda yang menghendaki agar di Papua atau di Indonesia dibuat gerakan yang bisa memancing media nasional maupun internasional khususnya," kata Tito dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).

Sosok PRAKA Zulkifli yang Gugur di Wamena Papua, Prajurit Terbaik & Pernah Bebaskan 344 Sandera OPM

"Sehingga dapat digunakan sebagai amunisi pada saat melaksanakan upaya diplomasi bahwa untuk membranding adanya pelanggaran HAM di Papua," sambungnya.

Tito menyebut, untuk melaksanakan agendanya, Benny Wenda menggunakan jaringan kelompok separatis yang ada di dalam negeri, yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. 

"Saya tidak menyatakan bahwa semua saudara-saudara kita masyarakat Papua adalah bagian dari mereka (KNPB) tidak, tapi ini adalah kelompok kecil," ujar Tito, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Menurut Tito, kerusuhan yang terjadi di Wamena itu juga berkaitan erat dengan peristiwa serupa yang sebelumnya terjadi di Surabaya, Malang, Sorong, Manokwari, dan Jayapura.

9 Fakta Kerusuhan di Wamena Papua: Kronologi Lengkap hingga Jumlah Korban Tewas

Hingga Selasa (24/9/2019), 27 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena.

Menurut Tito Karnavian, situasi di Wamena saat ini sudah terkendali.

Akan tetapi, polisi masih mengantisipasi agar situasi tak lagi memanas.

"Kami waspada sehingga kami menambah pasukan," kata Kapolri.

"Tadi pagi kami menambah pasukan lagi, tak perlu disebutkan berapa yang penting kita perkuat keamanan di sana," tuturnya. (Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Kapolri Sebut Kerusuhan di Wamena Didesain untuk Tarik Perhatian PBB

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved